Dituding Tutupi Kasus Jiwasraya, BPK Siap Laporkan Bentjok

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
29 June 2020 11:07
Konfrensi Pers BPK (Dok. BPK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan perkembangan investigasi terhadap dugaan perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). BPK juga menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan pernyataan tersangka kasus korupsi Jiwasraya yang dinilai mengganggu kredibilitas lembaga negara ini.

"Ada beberapa hari yang keterlaluan dan mengganggu kredibilitas BPK. Saya bacakan beberapa hal. Pertama soal perhitungan kerugian negara atau PKN oleh BPK. Ini merupakan dukungan proses penegakan hukum dalam hal ini kepada Kejagung. Berbeda dengan audit BPK," kata Ketua BPK Agung Firman, dalam konferensi pers, Senin (29/6/2020).

Kedua, BPK juga menyoroti soal pernyataan tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya yang justru dinilai mendiskreditkan BPK.


"Kami memahami gak satu pun manusia yang nyaman diperiksa dan mengikuti peradilan terlebih sampai terdakwa," kata Agung.

"Apalagi kalau sampai didakwa hukum dan harus melakukan semua proses hukum. Kami umumkan juga karena apa yang disampaikan tuduhan [kepada BPK] yang tidak berdasar, kami akan secara resmi melakukan [melaporkan] perbuatan hukum Bentjok [salah satu tersangka, Benny Tjokrosaputro] ke Mabes kriminal, Mabes Polri," tegas Agung.

Sebelumnya pada Rabu pekan lalu (24/6), pemilik PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro alias Bentjok memberikan tanggapan terkait penolak eksepsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelum sidang yang dilaksanakan, Bentjok, demikian akrab disapa, memberikan pernyataan kepada awak media.

"Lihat aja coba yang mutus hakim. Jaksa pasti nolak masa nerima. Jaksa nerima langsung pulang lah saya kan," ujar Benny, di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Benny menegaskan akan memaparkan fakta-fakta di persidangan untuk membela diri. "Kita buka kebenaran. membela diri degan apa yang benar," kata Benny.

Selain itu, Benny juga yakin dirinya tidak bersalah. Menurutnya semua data sudah dibuka dan publik sudah tahu saham apa saja yang jadi portofolio investasi di Asuransi Jiwasraya.

"100% tidak bersalah," saat ditanya ditanya soal sikapnya terhadap skandal korupsi di Jiwasraya.

"Kan saya kambing hitam. Kalo kambing hitamnya cari tukang becak mana laku. Kambing hitam harusnya asetnya banyak."

Lalu saat ditanya siapa yang bersalah, "Yang bolong tahun 2006 menurut anda siapa? Bakrie jelas-jelas,'' tegas Bentjok.

Benny Tjokro. CNBC Indonesia/Muhammad SabkiFoto: Benny Tjokro. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Benny Tjokro. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Bentjok yang menjadi satu tersangka kasus Jiwasraya ini menuding BPK menutup-nutupi keterlibatan Grup Bakrie dalam kasus Jiwasraya.

"BPK yang nutupin. Yang nutupin ketua dan wakil ketua BPK, yang pasti kroninya Bakrie. Memang yang nutupin. Memang Ketua dan Wakil Ketua BPK itu yang nutupin," jelas Bentjok.

Bentjok berharap semua pihak yang mengusut kasus Jiwasraya untuk terbuka dalam penyelidikan. Dengan membuka kasus ini, kata Bentjok, masyarakat bisa ikut membantu dan tidak terkesan ditutup-tutupi.

Hingga saat ini, menurut Bentjok, Grup Bakrie tidak ikut diperiksa karena dilindungi. Namun Bentjok tidak secara jelas menyebutkan siapa pihak yang dimaksud melindungi Grup Bakrie.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka kasus mega skandal Jiwasraya. Enam tersangka tersebut, yaitu Bentjok adalah Dirut Hanson International, Heru Hidayat (Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk/TRAM), Hary Prasetyo yang merupakan Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018, Hendrisman Rahim yang juga Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, dan Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya.

Satu lagi yakni Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Pada Jumat pekan lalu, tambah lagi tersangka yakni 13 perusahaan manajer investasi dan 1 petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading