Rapat Tertutup dengan DPR, Erick Ajukan PMN Rp 70 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 June 2020 08:57
cover topik/ Erik Tohir bersih-bersih BUMN luar/Aristya Rahadian Krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kemarin, (Senin, 22/6/2020) menggelar rapat kerja (raker) tertutup dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Agenda raker tertutup tersebut antara lain pembahasan RKA-K/L & RKP K/L Tahun 2021, pembahasan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2021, pembahasan dividen tahun anggaran 2021, dan pembayaran utang pemerintah ke BUMN tahun anggaran 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri I BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo hadir dalam raker dengan DPR tersebut. 


Disela-sela raker Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan Kementerian BUMN mengajukan anggaran penyertaan modal negara (PMN) untuk perusahaan pelat merah pada 2021 senilai Rp 70 triliun. Penyertaan modal dari negara tersebut diperuntukkan kepada perusahaan BUMN yang diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM.

"Masih sekitar 70-an [Rp 70 triliun] lah tapi sekali lagi kita melihat banyak belanja-belanja kementerian yang masih bisa dialokasikan untuk terciptanya berbagai pertumbuhan atau lapangan-lapangan kerja khususnya yang UMKM karena ini yang memberikan kontribusi hampir 57% terhadap PDB," kata Aria usai Rapat Kerja dengan Kementerian BUMN, Senin (22/6/2020).

Dia menjelaskan perusahaan-perusahaan BUMN bisa memberikan dukungan melalui program-program yang dimiliki oleh masing-masing BUMN.

Selain itu, PMN tahun depan juga akan berfokus untuk membangkitkan kembali perusahaan-perusahaan BUMN yang terdampak Covid-19 di tahun ini.

Beberapa BUMN yang mendapatkan perhatian khusus untuk bisa menerima PMN tahun depan seperti PT PLN (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BUMN pangan dan energi, BUMN transportasi, BUMN logistik dan BUMN keuangan.

"Bagaimana usaha-usaha dari BUMN yang ikut memberikan dukungan seperti program Mekaar, kredit KUR, perlu ada relaksasi lagi untuk pengembalian pokok dan bunga. Juga untuk PLN bagaimana untuk listrik ini sekarang dari yang dulu tidak masuk dalam kluster miskin jadi miskin, 

Sementara itu, usai rapat ini Menteri BUMN Erick Thohir menolak untuk memberikan keterangan. "Saya ngga boleh ngomong, rapatnya tertutup," kata dia menolak ketika ditemui di Gedung Parlemen.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading