Revisi Target Pasca Covid-19, Mansek: IHSG Tahun Ini 5.540

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
17 June 2020 19:16
Bank Mandiri Sekuritas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mandiri Sekuritas memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penghujung tahun ini hanya akan menembus level 5.540. Proyeksi ini direvisi dari target Mandiri Sekuritas pada awal tahun ini di level 6.875.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer menuturkan, proyeksi 5.540 ini didasarkan pada asumsi earnings per share (EPS) yang diperkirakan akan mencapai 11%.

"5.540 itu memang [proyeksi] sesudah revisi. Targetnya kita bottom up, masing-masing analis melakukan forecast laba bersih, dengan laba bersih yang kita forecast terakhir, keluar 5.540," kata Adrian, dalam forum Economic Outlook Bank Mandiri secara virtual, Rabu (17/6/2020).


Adrian melanjutkan, proyeksi ini masih bisa berubah menyesuaikan kondisi pasar yang masih akan menantikan respons kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, investor juga akan selalu merespons mengenai data-data perkembangan ekonomi yang disampaikan baik dari Badan Pusat Statistik maupun dari laporan kinerja emiten.

"Perlu diingat ini kan fase recovery jadi sangat dinamis perubahannya, kalau bagus datanya ini akan dipertimbangkan lagi," ujarnya.

Adapun beberapa sektor yang dinilai cukup defensif di tengah pandemi ini, katanya adalah emiten menara telekomunikasi. Namun, untuk investor yang berencana menginvestasikan dananya di aset saham untuk jangka panjang, saat ini dinilai waktu yang tepat karena terdiskon cukup besar, terutama saham-saham unggulan yang masuk dalam indeks LQ45. Sektor tersebut antara lain perbankan, otomotif dan emiten ritel.

Seperti diketahui, kinerja IHSG sejak awal tahun ini masih terkoreksi cukup dalam. IHSG masih melemah 20,82% sejak awal tahun ini ke posisi 4.987,77, seirama dengan pelemahan seluruh bursa saham regional maupun global. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 11,60 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading