Dampak Covid-19, Rugi HERO Bengkak Jadi Rp 44 M di Q1

Market - Houtmand P Saragih & tahir saleh, CNBC Indonesia
12 June 2020 14:14
Hero Supermarket

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan rugi bersih Rp 43,56 miliar pada kuartal I-2020, membengkak dari periode yang sama tahun lalu rugi bersih Rp 3,52 miliar.

Berdasarkan data laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan HERO tergerus 15% menjadi Rp 2,60 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,06 triliun. Sementara itu, laba kotor minus 19% menjadi Rp 703 miliar dari sebelumnya Rp 872 miliar.

Patrik Lindvall, Presiden Direktur HERO, mengatakan lini bisnis Guardian Health and Beauty membukukan kinerja yang solid pada kuartal ini, namun pembatasan-pembatasan di beberapa wilayah Indonesia pada akhir periode dikarenakan Covid-19 mulai memberikan dampak disebabkan terbatasnya akses pelanggan ke toko.


Selain itu, IKEA Home Furnishing juga membukukan peningkatan penjualan yang didukung oleh pertumbuhan e-commerce yang solid serta dampak tahunan pertumbuhan jumlah toko yang dibuka pada tahun sebelumnya.

"Namun, bisnis makanan perseroan sangat dipengaruhi oleh pandemi dengan adanya pembatasan-pembatasan beraktivitas yang mengarah pada perubahan pola belanja pelanggan dan permintaan barang," katanya, dalam siaran pers, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2020).

Patrik Lindvall menjelaskan, Guardian membukukan pertumbuhan penjualan dan laba underlying yang solid di kuartal pertama. Namun, menjelang akhir kuartal, kinerja bisnis secara signifikan dipengaruhi oleh penutupan beberapa pusat perbelanjaan dan pembatasan jam operasional.

"Penjualan ritel di bisnis makanan Hero terdampak efek tahunan dari rencana optimasi toko di tahun sebelumnya. Dampak paling signifikan terlihat pada kinerja keuangan dasar yang disebabkan adanya perubahan pola belanja pelanggan dikarenakan adanya pembatasan beraktivitas terkait kondisi pandemi, serta kenaikan harga pokok barang di kuartal tersebut."

Dia mengatakan Hero dan Giant Supermarket membukukan keuntungan karena lokasi mereka yang berdiri sendiri dan berdekatan dengan pelanggan. Sementara di format toko yang lebih besar, hypermarket; yang terletak di pusat perbelanjaan terdampak secara signifikan sebagai akibat dari pembatasan penjualan yang diberlakukan pada pusat perbelanjaan menyebabkan berkurangnya jumlah kunjungan pelanggan secara signifikan.

"Kinerja Hero pada akhir kuartal pertama secara signifikan terus dipengaruhi oleh pandemi Covid- 19. Situasi ini berdampak pada perubahan pola belanja pelanggan serta operasional toko Guardian dan IKEA."

"Dampak jangka pendek Covid-19 pada kinerja menjadi perhatian sementara waktu, akan tetapi perseroan tetap berkeyakinan pada rencana strategis peningkatan bisnis dan yakin bahwa tindakan yang sedang berjalan akan mengarah pada kinerja yang lebih baik, lebih menguntungkan, dan lebih berkelanjutan."

"Perseroan tetap berkomitmen untuk memberikan penawaran yang kompetitif di setiap sektor bisnis ritelnya dan terus mengembangkan bisnis jangka panjang di Indonesia."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wah! HERO Tutup Semua Gerai Giant di Juli 2021


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading