Edan, Harga Minyak Melonjak Sampai 88% dalam Sebulan!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
31 May 2020 07:40
FILE PHOTO: A maze of crude oil pipes and valves is pictured during a tour by the Department of Energy at the Strategic Petroleum Reserve in Freeport, Texas, U.S. June 9, 2016.  REUTERS/Richard Carson/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak naik sepanjang pekan ini. Berbagai sentimen positif menjadi pendorong harga si emas hitam.

Sepanjang minggu ini, harga minyak jenis brent naik 0,57% secraa point-to-point. Sedangkan yang jenis light sweet melonjak 6,74%. Ada kejadian yang cukup langka, harga light sweet kini lebih mahal ketimbang brent.

Sementara sepanjang Mei, harga brent melesat sampai 39,81%, kenaikan bulanan tertinggi sejak Maret 1999. Harga light sweet lebih edan lagi, meroket 88,37%, kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah.





Ada sejumlah sentimen yang mendongkrak harga minyak. Pertama, Baker Hughes mencatat fasilitas produksi (rig) minyak di Amerika Serikat (AS) pada pekan ini adalah 301, terendah sepanjang sejarah. Artinya, ke depan produksi minyak Negeri Paman Sam akan semakin terbatas.

AS adalah negara produsen minyak terbesar saat ini. Jadi produksi minyak di sana akan sangat mempengaruhi pembentukan harga.



Kedua, Presiden AS Donald Trump dalam jumpa pers akhir pekan ini mengungkapkan bahwa pemerintahannya memang akan mulai mengurangi perlakuan khusus kepada Hong Kong seiring rencana penerapan UU keamanan yang baru oleh China yang membuat kuku Beijing semakin kuat mencengkeram. Bahkan sang presiden Negeri Adidaya ke-45 akan memerintahkan jajarannya untuk memberikan sanksi kepada pejabat pemerintah Hong Kong yang terlibat dalam upaya penghapusan otonomi eks koloni Inggris tersebut.


Namun, Trump tidak menyebut bahwa kesepakatan damai dagang yang sudah diteken dengan China akan dicabut. Ini membuat pasar agak lega, karena ancaman berlanjutnya perang dagang AS-China tidak (atau belum) terjadi.

"Ada kecemasan dari pelaku pasar selama konferensi pers Trump. Namun sepertinya skenario terburuk belum kelihatan," ujar John Kildufff, Partner di Again Capital Management yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.


[Gambas:Video CNBC]




New Normal Membawa Harapan Baru
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading