Laba Naik 150%, BRIsyariah Tetap Jaga Tingkat Kesehatan Bank

Market - dob, CNBC Indonesia
08 May 2020 13:56
Hindari Penyebaran Covid-19, BRIsyariah Imbau Pensiunan ASN dan Pejabat Negara Ambil Dana Pensiun Lewat ATM (dok: BRISyariah)
Jakarta, CNBC Indonesia- BRIsyariah mencatatkan kenaikan laba bersih di triwulan I 2020 mencapai 150%. Hal ini juga diikuti dengan tingkat kesehatan bank.

BRIsyariah serius memperbaiki kualitas pembiayaannya sehingga Non Performing Financing (NPF) netto pada Maret 2020 tercatat 2,95%, turun jika dibandingkan posisi Maret 2019.

"Kami serius untuk memperbaiki kualitas pembiayaan. Hasilnya kualitas pembiayaan mengalami perbaikan seiring dengan dilakukannya berbagai langkah dan upaya terkait, baik yang bersifat preventif melalui monitoring pembiayaan yang efektif dan proses underwriting yang lebih prudent hingga pengelolaan pembiayaan bermasalah yang tepat," ujar corporate secretary BRIsyariah Mulyatno Rachmanto, dalam siaran pers Jumat (8/5/2020).


Di tengah fungsi intermediasi perbankan yang mengalami moderasi, BRIsyariah menunjukkan optimalisasi yang tercermin dari financing to deposit ratio (FDR) pada Maret 2020 di posisi 92,11%, meningkat 12,56% dari Maret 2019. Peningkatan FDR menunjukkan kemampuan BRIsyariah menyalurkan dana pihak ketiga dalam bentuk pembiayaan.

"Dalam ekspansi pada penyaluran pembiayaan, kami tentu terus memperhatikan rasio yang aman. Financing to deposit ratio (FDR) BRIsyariah pada triwulan I 2020 pada posisi aman, yakni 92,11%. Level ini masih dalam range yang dianjurkan regulator, yakni pada kisaran 92-94%. Artinya BRIsyariah mampu menyalurkan pembiayaan secara efektif,namun di sisi lain likuiditas kami tetap terjaga," lanjut Mulyatno.


Namun di tengah wabah virus corona yang terjadi di Indonesia, BRIsyariah melihat ada kemungkinan pertumbuhan bisnisnya melandai. Untuk itu BRIsyariah melakukan upaya-upaya agar bisnisnya tetap tumbuh sehat di tahun 2020. Mengantisipasi kenaikan NPF hingga akhir tahun, BRIsyariah akan mempercepat proses restrukturisasi pembiayaan bagi debitur yang terdampak Covid-19.

"Kami terus menginventarisir nasabah yang berpotensi terdampak pandemic covid-19. Sebelum nasabah mengalami kesulitan membayar kewajibannya, kami melakukan restrukturisasi, reschedule dan reconditioning. Hal ini agar kami dan nasabah sebagai mitra tetap bisa sama-sama bertahan di tengah situasi sulit. Per April 2020, BRIsyariah telah merestrukturisasi lebih dari 5000 nasabah pembiayaan dengan total pembiayaan mencapai Rp 1,6 triliun," tutup Mulyatno.
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading