Direktur BRIsyariah Ungkap Rahasia Laba Melesat 150%

Market - Ratu Rina, CNBC Indonesia
06 May 2020 12:59
Percepatan Layanan Digital, Kunci Kenaikan Laba Q1 BRISyariah  (CNBC TV )
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,15 miliar pada kuartal-I 2020, meningkat sebesar 150% dibandingkan kuartal-I 2019.

Direktur Bisnis Ritel BRIS, Fidri Arnaldy mengatakan di sisi pembiayaan, pertumbuhan laba BRIsyariah pada kuartal-I 2020 didukung oleh pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan, konsumer serta mikro.

"Kita memasuki pasar syariah ini terbuka lebar dan kita bisa masuk kesana dan dengan melakukan re-mapping, digitalisasi, semua produktivitas ini meningkat tajam. Dimana kita bisa tumbuh untuk ritel Rp 4,1 triliun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya cuma mencapai Rp 888 miliar," kata Fidri dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Rabu (06/05/2020).


Selain itu, Fidiri menjelaskan, capaian ini juga didukung oleh manajemen yang secara konsisten meningkatkan kompetensi SDM dalam melakukan pelayanan, digitalisasi proses pembiayaan serta penajaman pasar sasaran.

"Dari sebelumnya manual kita lari kepada digitalisasi perbankan, yaitu produk kami e-kurma ini kita bisa memberikan percepatan kalau dulu rata-rata memberi kredit memakan waktu 5 sampai 7 hari, dengan digitalisasi e-kurma terscreening dengan yang bagus, connect semuanya dengan OJK dan itu bisa diputuskan kredit dalam waktu 1 hari bila sudah selesai administrasi yang disyaratkan," jelasnya.


Secara rinci, dia menyebutkan pembiayaan segmen ritel ini tumbuh sebesar 37,3%, segmen mikro naik 26,5% dan pembiayaan segmen konsumer tumbuh 28,7%.

"Dan kami bisa tumbuh di atas rata rata perbankan, kami bisa tumbuh untuk posisi ritel sebesar 37,3%, konsumer kami bisa tumbuh 28,7% dan untuk mikro naik 26,5% itulah pembuktian bahwa digitalisasi dan regenerasi AO, dengan melakukan pendidikan yang terkelola menghasilkan produktivitas yang sangat tinggi yang tumbuh di atas rata-rata, menghasilkan laba kami sebesar 150%," tambah Fidri.

Lebih lanjut, salah satu faktor pertumbuhan CASA BRIsyariah adalah tabungan payroll yang tumbuh 46% yoy menjadi Rp 627,2 miliar. Tabungan payroll memang menjadi salah satu fokus BRIsyariah dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari sini didapat ekspansi pasar dengan pemilihan pasar secara selektif.

"Dan kita membiasakan dengan mitra kita debitur kita, kita terbuka dan menghimbau supaya mereka bertransaksi lewat kita, sehingga cashflow, kecukupan modal mereka kita bisa pantau dan inilah yang mendongkrak angka yang sangat lebar diseluruh Indonesia," ujarnya.

BRIsyariah juga mencatatkan pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55% Yoy atau sebesar Rp 5,6 triliun hingga kuartal I-2020. Pembiayaan segmen mikro ini merupakan bagian pembiayaan segmen ritel yang turut berkontribusi dalam mendukung perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 150% (yoy) di kuartal I-2020.

"Iya signifikan ini salah satunya kami lakukan regenerasi Untuk pengganti dengan melakukan pendidikan, peningkatan soft skill Untuk para pekerja kami. Kedua, terobosan di ritel dengan program e-kurma ini untuk mempercepat semua, makanya mikro bisa terbang," kata Fidri.


Apalagi menurutnya, jumlah kaum muslim di Indonesia sangat menggiurkan, yakni mencapai 206 juta. "Kata kuncinya adalah berikanlah layanan yang cepat, tepat dan akurat sehingga syariah ini bisa berkembang dan pasar bisa kita kejar dengan adanya peningkatan yang terukur," ujarnya.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading