Ada Corona, Bagaimana Kondisi Likuiditas & Modal Bank Mega?

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 April 2020 13:30
RUPS Bank Mega (CNBC Indonesia/Monica Wareza)
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan kinerja yang cemerlang sepanjang kuartal I-2020, yang tercermin dari laba bersih hingga pertumbuhan kredit.

Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan kredit 23,15% menjadi Rp 53,67 triliun pada Maret 2020, dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 43,57 triliun. Meski kredit tumbuh tinggi, Bank Mega konsisten menjaga loan to deposit ratio (LDR) di kisaran 67,48%, lebih rendah dibandingkan Maret 2019 di level 71,31%. Angka LDR Bank Mega menunjukan masih memiliki ruang yang longgar dalam penyaluran kredit ke depannya.

Pasalnya, semakin tinggi angka LDR ini menjadi tanda bahwa bank kurang leluasa untuk menyalurkan kredit, karena ketatnya likuiditas, lain halnya dengan Bank Mega.


Longgarnya likuiditas ini juga didukung oleh kuatnya Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada di level 24,70%, naik dibandingkan Maret 2019 yakni 24,25%. Bukan hanya itu, Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hampir 30%, menjadi Rp 76,06 triliun, dibandingkan periode yang sama 2019 senilai Rp 58,96 triliun.


Dengan begitu, Bank Mega memiliki modal yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian, dan tantangan yang ada tahun ini terutama di tengah pandemi COVID-19.

Sepanjang kuartal I-2020, laba bersih Bank Mega tercatat senilai Rp 669,39 miliar sepanjang kuartal I-2020, melesat 38,4% dibandingkan laba bersih kuartal I-2019 senilai Rp 483,67 miliar.

Kenaikan laba bersih ini dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan bunga yang mencapai Rp 2 triliun, naik 12,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,78 triliun. Bank Mega juga mencatatkan pendapatan bunga bersih senilai Rp 989,14 miliar, naik 9,7% dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 901,37 miliar.

Sementara pendapatan operasional lainnya melesat 33,59% menjadi Rp 801,7 miliar, dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 600 miliar yang didukung oleh penjualan efek dan transaksi mata uang asing.

Selain itu, NPL gross bank BUKU 3 ini juga terjaga di level 1,55%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1,75%. Sementara Return of Aseet (ROA) tercatat naik menjadi 3,29%, dan Return of Equity (ROE) 17,57%.

Seluruh kinerja ini membuat Bank Mega berhasil meraih total aset Rp 99,26 triliun, naik 18,2% dibandingkan Maret 2019 dengan aset senilai Rp 83,97 triliun.

Tahun lalu Bank Mega berhasil mengantongi laba bersih Rp 2 triliun sepanjang 2019. Nilai ini melesat 25,2% dibandingkan laba bersih 2018 senilai Rp 1,59 triliun.

Selanjutnya, Bank Mega juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 25,47% menjadi Rp 53,01 triliun pada 2019 dibandingkan Rp 42,25 triliun pada 2018. Peningkatan kredit ini jauh melampaui rata-industri perbankan yang tercatat tumbuh 7,05% hingga November 2019.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 19,85% menjadi Rp 72,79 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp 60,73 triliun. Sama seperti kredit, pertumbuhan DPK Bank Mega juga jauh melampui rata-rata industri yang tercatat 6,7%.


Sebelumnya, Bank Mega juga menebar dividen senilai Rp 1 triliun, atau 50% dari laba bersih 2019 sebesar Rp 2 triliun. Jumlah dividen yang dibagikan ini menjadi nilai terbesar sepanjang sejarah Bank Mega.

"Jadi 50% dividen tunai, dan sisanya untuk saldo laba. Dari presentasenya memang sama, tapi secara jumlahnya ini terbesar selama histori Bank Mega, mudah-mudahan tahun ini lebih besar lagi karena labanya bertambah," kata Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib di Menara Mega belum lama ini.

Kostaman juga memproyeksikan Bank Mega bisa masuk kategori BUKU 4, dengan total aset bisa mencapai sebesar Rp 250 triliun pada 2025 mendatang. Proyeksi pertumbuhan tersebut juga akan diimbangi dengan profitabilitas dengan proyeksi return on asset (ROA) sebesar 4% pada 2025.

"Bank Mega punya visi yang mau dicapai pada 2025, yaitu aset Rp 250 triliun, ROA 4% dan jadi bank BUKU 4," ujar Kostaman.

[Gambas:Video CNBC]





(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading