Tak Kuat Hadapi Gempuran dari Luar, IHSG Loyo Pagi Ini

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
22 April 2020 09:05
bursa efek Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah, maklum bursa saham global juga demikian. Kejatuhan harga minyak masih jadi sentimen utama yang menekan bursa saham saat ini.

Rabu (22/4/2020), IHSG harus kembali merasakan getirnya berada di zona merah. IHSG dibuka di level 4.501,9 stagnan di level kemarin. Pada 09.02 WIB, IHSG merosot 0,85% ke level 4.463,59.

Pagi dini hari tadi tiga indeks utama bursa saham Wall Street ditutup dengan pelemahan. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ambles 2,67%. Sementara itu di saat yang sama S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terkoreksi 3% dan 3,4%.


Pelemahan pada ketiga indeks utama bursa saham AS dipicu oleh berbagai sentimen negatif seputar anjloknya harga minyak, rilis kinerja keuangan kuartal satu 2020 hingga data ekonomi yang buruk.

Harga minyak mentah WTI kontrak pengiriman Mei kemarin jatuh lebih dari 230% ke teritori negatif. Hal ini memicu harga kontrak untuk pengiriman Juni juga mengalami tekanan yang signifikan.

Harga minyak mentah WTI pengiriman Juni hari ini dibanderol di level US$ 13,6/barel. Harga minyak mencoba rebound setelah pagi tadi ditransaksikan di level US$ 11/barel. Namun harga minyak masih berada dalam tekanan dan terkoreksi lebih dari 30%. Kabar ini menjadi sentimen negatif untuk pasar saham AS.

Kabar buruk lain juga datang dari rilis data ekonomi AS terbaru. Mengacu pada data National Association of Realtors, data penjualan rumah lama di AS bulan Maret mengalami kontraksi sebesar 8,5% dibanding bulan sebelumnya.

Penjualan rumah lama periode Maret 2020 mencapai 5,27 juta unit. Jauh lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 5,3 juta unit dan anjlok dari bulan Februari yang mencapai 5,76 juta unit.

Pandemi COVID-19 memang telah merongrong perekonomian AS. Apalagi kini AS masih bertengger sebagai jawara di klasemen negara-negara dengan kasus COVID-19 terbanyak. Data kompilasi John Hopkins University CSSE menunjukkan jumlah penderita COVID-19 di AS sudah melebihi angka 800 ribu orang.

Di tengah berbagai sentimen buruk yang menerpa pasar AS kemarin, ada satu sentimen positif yang datang dari anggota parlemen AS. Setelah mengalami diskusi yang alot akhirnya Senat sepakat meloloskan rancangan undang-undang untuk paket stimulus tambahan senilai US$ 320 miliar yang diperuntukkan bagi usaha kecil di AS.

Stimulus tambahan yang masih merupakan bagian dari Paycheck Protection Program (PPP) ini diusulkan setelah PPP kehabisan uang pekan lalu karena jutaan pemilik usaha kecil AS berbondong-bondong mengajukan pinjaman lunak senilai US$ 350 miliar.

Stimulus tersebut memang jadi sentimen positif. Namun mengingat sentimen negatif lebih banyak akhirnya Wall Street harus kembali ditutup dengan raut wajah muram.

Kabar buruk dari bursa New York dini hari tadi langsung direspons pasar saham Asia pagi ini. Bursa saham kawasan Benua Kuning bergerak di zona merah. Pada 08.45 WIB, indeks Shang Hai Composite terpangkas 0,46%, Hang Seng melorot 1,06%, Topix minus 0,96%, KLCI terkoreksi 1,25%, Straits Times turun 0,79% dan Kospi berkurang 1,6%.

IHSG jadi lesu darah untuk menguat. Gempuran sentimen negatif yang datang dari eksternal membuat IHSG tak bersemangat pagi ini. Semua ini lagi-lagi akibat ulah virus corona.

Pandemi COVID-19 yang kini telah menginfeksi lebih dari 2,56 juta orang di 185 negara dan teritori di dunia membuat prospek perekonomian suram. Dunia benar-benar di ambang resesi.

Pekan lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global akan mengalami kontraksi sebesar 3% di tahun ini sebelum akhirnya rebound 5,8% di tahun 2021. Kepala ekonom IMF Gita Gopinath bahkan mengatakan krisis yang sekarang dihadapi jauh lebih besar ketimbang krisis keuangan tahun 2008 silam



[Gambas:Video CNBC]





TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading