Harga Minyak Minus, Apa Kabar Harga Batu Bara?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
21 April 2020 10:45
FILE PHOTO: A tug boat pulls a coal barge along the Mahakam River in Samarinda, East Kalimantan province, Indonesia, March 2, 2016. REUTERS/Beawiharta/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kontrak acuan Newcastle (6.000 Kcal/Kg) ditutup anjlok pada perdagangan hari pertama awal pekan ini Senin (20/4/2020). Prospek permintaan batu bara termal terutama di kawasan Asia Pasifik memang lagi suram di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang menjangkiti seluruh penjuru dunia.

Harga batu bara kontrak futures (berjangka) drop 2,66% ke level US$ 54,8/ton dan menjadi level terendah sejak 20 Juni 2016.

Harga batu bara berpotensi semakin tertekan seiring dengan amblesnya harga minyak mentah kontrak pengiriman Mei 2020 West Texas Intermediate (WTI) yang sempat terkapar di zona negatif.




Pelemahan harga batu bara juga dipicu oleh suramnya permintaan batu bara di kawasan Asia terutama dari negara-negara konsumen terbesar batu hitam seperti China dan Jepang.

Dimulai dari China terlebih dahulu, harga batu bara lokal yang sudah ambles 13,6% dari puncaknya tahun ini sebesar 573 yuan ($ 80,99) per ton pada 26 Februari menjadi 473 yuan pada hari Rabu pekan lalu.



Ini berarti bahwa pihak berwenang sekali lagi dapat mendorong pedagang dan pembangkit listrik untuk membatasi impor batu bara termal, dan beralih mendorong permintaan dan harga domestik. Artinya ini akan jadi masalah untuk kinerja impor batu bara China di bulan Mei dan Juni.

Impor batu bara China sebenarnya sudah loyo pada dua pekan awal bulan April ini. Mengacu pada data Refinitiv, dalam 15 hari pertama April, sebanyak 8,7 juta ton batu bara dibongkar di pelabuhan-pelabuhan China. Jika dipertahankan, maka total impor sebulan penuh pada April akan sekitar 17,4 juta ton.

Bagaimanapun juga impor batu bara bulan April China diperkirakan lebih rendah dari bulan Maret sebesar 23,4 juta ton, dan 21,1 juta dari April tahun lalu.



Sementara itu impor batu bara Jepang hingga pekan kedua April mencapai 5,7 juta ton. Impor batu bara Jepang bulan ini diperkirakan sebesar 11,4 juta ton. Turun dari periode sebelumnya sebesar 14,9 juta ton pada Maret 2020 dan 13,2 juta ton pada April 2019.

Pelemahan permintaan batu bara di Jepang juga dipicu oleh anjloknya harga gas. Harga gas alam cair (LNG) yang sudah ambles di bawah batas ambang memicu Jepang untuk beralih dari batu bara ke gas.



Dengan gambaran permintaan batu bara yang suram dari ketiga negara konsumen batu bara terbesar di dunia yakni China dan Jepang, maka wajar saja harga batu bara terus mengalami tekanan.


TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]





(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading