Bank RI Dicaplok Bank Asal Thailand Lagi, Siapa Kasikornbank?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
16 April 2020 06:51
Standard Chartered & Astra Teken Perjanjian Jual Beli Saham PermataBank Dengan Bangkok Bank (Dok. Astra International )
Selain Kasikornbank, sebelumnya salah satu bank besar lainnya dari Thailand, yakni Bangkok Bank Public Company Limited mengumumkan akuisisi PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebanyak 89,12% saham.

Pada Desember 2019, Bangkok Bank mengumumkan rencana mencaplok Bank Permata. Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai Rp 37,43 triliun untuk 89,12% atas saham yang dimiliki oleh Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk (ASII).

Transaksi ini memang baru permulaan, pihak-pihak yang bertransaksi baru sebatas menandatangani conditional sales purchase agreement (CSAP). Transaksi diharapkan akan selesai pada tahun ini.


Bangkok Bank juga mengantisipasi akan melakukan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) untuk sisa 10,88%. Nah nantinya total yang harus dibayar Bangkok Bank atas 100% saham Bank Permata kira-kira Rp 42 triliun.

"Pengambilalihan [Bank Permata] yang diusulkan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan-kepentingan para pemangku kepentingan, kreditor, pemegang saham minoritas dan karyawan Bank Permata, kepentingan umum serta persaingan usaha yang sehat dalam melakukan usaha perbankan," sebut prospektus Bank Permata yang dipublikasikan di satu media nasional, Selasa (2/2/2020). 

Dana untuk membeli 3,12 miliar atau 89,12% saham Bank Permata oleh Bangkok Bank bersumber dari pembiayaan internal dan pembiayaan rutin.


Penawaran tender wajib akan dilakukan apabila, sesuai dengan POJK 56, OJK mengizinkan Bangkok Bank untuk memiliki saham dalam Bank Permata melebihi batas yang diizinkan berdasarkan batasan kepemilikan saham yang berlaku.

Setelah mengakuisisi Bank Permata, Bangkok Bank berencana akan mengakuisisi satu bank lagi di Indonesia. Ini merupakan salah satu syarat agar Bangkok Bank bisa mengakuisisi 89% saham Bank Permata.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keungan (OJK) Heru Kristiyana merespons pertanyaan seputar finalisasi akuisisi Bank Permata.

"Semuanya sudah on the right track Bangkok Bank ya," kata Heru di Jakarta, Kamis (5/5/2020). 

Heru menjelaskan, Bangkok Bank bisa mengakuisisi Bank Permata jika memenuhi semua persyaratan yang sudah ditentukan. 

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 56/POJK.03/2016 tentang kepemilikan bank umum pasal 2 ayat 2 disebutkan OJK mengizinkan lembaga keuangan dan lembaga keuangan bukan bank mengakuisisi saham bank di tanah air maksimal 40%.

Usai Caplok Bank Permata, Bangkok Bank Incar 1 Bank RI LagiFoto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Anggota Dewan Komisioner OJK, Heru Kristiyana SH (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Namun pada pasal 19, OJK bisa memberikan pengecualian dengan mengizinkan investor memiliki saham bank lebih dari 40% berdasarkan pertimbangan tertentu untuk jangka waktu tertentu. Pertimbangannya di antaranya untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan atau mendorong perkembangan perekonomian nasional.

Heru pernah mengatakan, jika ingin mengambil langsung 89% harus mengambil dua bank dan menggabungkannya. "Bila ingin one step (langsung) mayoritas mereka harus mengambil dua bank dan menggabungkannya. Jadi mereka membantu proses konsolidasi di Indonesia," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Saat ditanya soal kemungkinan akuisisi bank lain, Heru menyampaikan sudah ada di pipeline. "Nanti dipikiran lah, tapi itu sudah dalam pipeline dia [Bangkok Bank]," kata Heru.

Namun Heru masih enggan menyebutkan nama bank lain yang akan di akuisisi oleh Bangkok Bank. 


(tas/tas)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Alim Markus Lepas Bank Maspion, Berapa Kira-kira Nilainya?

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading