Top! Tak Lama Dibuka, IHSG Langsung Melesat 1% Lebih

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
03 April 2020 09:08
IHSG menguat 1% lebih
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja bursa saham domestik di hari terakhir perdagangan pekan ini Jumat (3/4/2020) berhasil dibuka dari zona hijau. Tak lama dibukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 1%.

Pukul 09.00 WIB, IHSG masih berada di level penutupan kemarin yakni 4.531,685. Namun selang beberapa menit atau tepatnya pada 09.03 WIB, IHSG melesat 1,07% ke level 4.580,2. Dalam sepekan terakhir IHSG cenderung mencatatkan apresiasi sebesar 13,6% (week on week) menggunakan data acuan Kamis (2/4/2020).

Sejak Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket stimulus jumbo senilai US$ 2,2 triliun untuk melawan virus corona serta aksi The Fed yang terus memompa likuiditas untuk perekonomian Paman Sam dengan membeli berbagai jenis aset keuangan dengan nilai tak terbatas (unlimited) cukup membuat pasar jadi kalem. Padahal lonjakan kasus justru terjadi secara signifikan.


Kini jumlah kasus infeksi COVID-19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 1 juta orang. Peringkat China di klasemen semakin turun dengan Jerman kini berada di peringkat empat. Jumlah kasus infeksi COVID-19 di Jerman sudah mencapai angka 84.794.



Dalam rangka untuk menekan laju transmisi penyebaran virus, beberapa negara sudah mulai memberlakukan kebijakan lockdwon meniru China yang terbukti berhasil. Negara-negara tersebut antara lain Italia, Spanyol, Perancis, India, Malaysia, Filipina dan beberapa negara lain.

Namun lockdown bukan tanpa konsekuensi. Lockdown memaksa orang untuk tinggal di rumah dan tidak pergi ke mana-mana. Pabrik-pabrik tutup dan tidak beroperasi. Aktivitas ekonomi menjadi terganggu karena terjadi disrupsi rantai pasok global dan pelemahan permintaan. Ongkos ekonomi lockdown memang tak kecil.

Virus corona yang semakin merebak dan memaksa berbagai negara untuk lockdown membuat gambaran perekonomian global di tahun 2020 menjadi buram. Berbagai rilis data ekonomi terakhir sudah mulai memperlihatkan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah.

Mari tengok angka pengangguran Paman Sam yang tiba-tiba meroket 6,6 juta. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sepanjang pekan lalu jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran ada 6,6 juta orang.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari estimasi para ekonom sebanyak 4 juta sampai 5 juta orang, sebagaimana dilansir CNBC International.

Pada pekan sebelumnya, jumlah klaim pengangguran dilaporkan sebanyak 3.3 juta, ini berarti rekor kembali pecah.

Sebelum ini, rekor klaim pengangguran "hanya" 695.000 dalam sepekan di tahun 1982. Bahkan saat resesi pada 2008 jumlah klaim masih belum memecahkan rekor tersebut yakni sebanyak 665.000 dalam sepekan.

[Gambas:Video CNBC]


Namun bursa saham New York tadi dini hari malah ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average melompat 469,93 poin, atau 2,2%, menjadi 21.413,44. Indeks S&P 500 naik 2,3% ke 2.526,9 sedangkan Nasdaq merangkak naik 1,7% menjadi 7.487,31. Ayunan sangat lebar, dengan kenaikan tertinggi mencapai 534 poin, atau lebih dari 2% dan koreksi terbesar mencapai lebih dari 200 poin.

Hal ini menyusul beredarnya kabar bahwa Presiden AS Donald Trump menelpon Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pangeran Arab Mohammad Bin Salam (MBS) membahas terkait kejatuhan pasar minyak.

Presiden AS Donald Trump kepada CNBC International mengatakan bahwa dia berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammad Bin Salman untuk mendorong pemangkasan produksi minyak hingga 10 juta barel. Kabar ini langsung membuat harga minyak terbang lebih dari 20% kemarin.
Asing Masih Jaga Jarak dari Bursa Saham RI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading