Efek Corona, Ekspor Mobil CBU ke Malaysia-Filipina Jeblok!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 March 2020 13:36
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) atau IPC Car Terminal memastikan kepada seluruh pelanggan bahwa sampai saat ini masih tetap beroperasi.

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha PT Pelindo II (Persero), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) atau IPC Car Terminal memastikan kepada seluruh pelanggan bahwa sampai saat ini masih tetap beroperasi normal demi mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan kendati di tengah wabah corona (COVID-19).

Manajemen IPCC menegaskan, u
paya tersebut dijalankan dengan strategi pembagian shift bergilir bagi petugas operasional dengan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan memadai serta tambahan pelindung untuk pencegahan penyebaran virus corona.

"Kebijakan operasional ini didasari karena IPC Car Terminal menjadi garda terdepan negara dalam melayani ekspor-impor otomotif di Indonesia sehingga operasional IPC Car Terminal tetap berjalan normal 24/7 meskipun dengan pembagian shift tersebut," tulis manajemen IPCC, dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2020).


Adapun kegiatan ekspor dan impor, khususnya segmen CBU, dalam beberapa pekan terakhir ini, berdasarkan data yang ada, turun seiring beberapa negara tujuan ekspor sudah melakukan pembatasan, di antaranya, Malaysia dan Filipina.

Dengan demikian, praktis pengiriman untuk tujuan ke dua negara tersebut turun untuk sementara waktu. Adapun pangsa pasar dari kedua negara tersebut ialah masing-masing sekitar 29% dan 1% dari total jumlah ekspor CBU.

CBU atau Completely Built Up adalah mobil ekspor/impor dalam keadaan utuh.

Hingga pertengahan Maret 2020, total ekspor CBU ke Filipina mencapai 6.455 unit atau lebih rendah 1,56% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sejumlah 6.557 unit.

Sementara, unit CBU yang di ekspor ke Malaysia hingga pertengahan Maret 2020 mencapai 128 unit atau turun 58,84 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sejumlah 311 unit.


Selain CBU, untuk segmen alat berat pun juga mengalami penurunan untuk kedua negara tersebut. Hingga pertengahan Maret 2020, pengiriman ekspor alat berat ke Filipina turun 32,43% YoY menjadi 25 unit. Sedangkan, ke Malaysia turun 58,82% menjadi 14 unit alat berat.

Manajemen IPC Car terminal juga menegaskan hingga kini masih belum membatasi kedatangan kapal RoRo, di mana kapal-kapal tersebut masih bersandar sesuai jadwal rutin tetap.

Akan tetapi, dari segi jumlah muatan ada pengurangan. Hal ini terpengaruh dari sejumlah negara yang telah melakukan kebijakan pembatasan aktivitas ekspor impor.

Sementara untuk kegiatan operasional di terminal domestik, terlihat meningkat sedikit sebesar 6,28% namun, untuk alat berat cenderung turun drastis mencapai 57,12% yang di sebabkan di beberapa daerah menerapkan kebijakan terkait dengan antisipasi penyebaran virus COVID-19.

Selain itu, industri otomotif dalam negeri juga mengalami penurunan produksi dikarenakan beberapa komponen yang masih diimpor dari negara lain yang menerapkan kebijakan pembatasan tersebut.

"Diharapkan pembatasan-pembatasan tersebut bersifat sementara dan juga diharapkan masih ada sejumlah negara lain yang tidak mengurangi aktivitas ekspor impor otomotifnya sehingga pembatasan dari Malaysia dan Filipina dapat diimbangi dari aktivitas bongkar muat otomotif di negara-negara lainnya," tulis manajemen IPCC.

Manajemen juga menegaskan perseroan tetap konsisten dan serius dalam mengupayakan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perusahaan, dengan memfasilitasi hand sanitizer di setiap sudut ruangan yang mudah di jangkau, pengukuran suhu bagi pekerja dan semua pihak yang berkepentingan yang masuk dan keluar area perkantoran maupun terminal.

"Selain itu, penerapan social distancing pada area kerumunan dan antrian serta pembagian masker bagi pekerja operasional dan front liner juga  penyemprotan disinfektan secara rutin, hingga  mulai membatasi atau menjadwalkan ulang bagi tamu yang akan berkunjung ke perusahaan.

Mengacu data BEI, pada perdagangan Kamis ini, saham IPCC naik 19,01% di level Rp 288/saham. Year to date, saham IPCC minus 58% dengan kapitalisasi pasar Rp 524 miliar.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading