Moody's: Corona Guncang Ekonomi Global, RI Hanya Tumbuh 3,7%

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
26 March 2020 10:46
Lembaga Moody's mengeluarkan outlook terbaru terkait prediksi ekonomi global di 2020-2021.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global, Moody's mengeluarkan outlook atau proyeksi terbaru terkait dengan prediksi ekonomi global di 2020-2021.

Dalam laporan bertajuk "Global Macro Outlook 2020-21", lembaga ini menggarisbawahi bahwa corona (COVID-19) bakal menyebabkan guncangan ekonomi global, yang belum pernah terjadi sebelumnya, khususnya ke negara-negara G-20.

G-20 sendiri adalah gabungan 19 negara dan bank sentral, dengan Uni Eropa. Termasuk negara G-20 adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India.




Lalu Italia, Indonesia Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, AS, Inggris, dan Uni Eropa.

Dalam laporannya, Moody's mengatakan ekonomi negara-negara G-20 akan mengalami pelemahan di semester pertama tahun ini. Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) negara-negara G-20 diprediksi akan berkontraksi 0,5% di 2020.

Pertumbuhan baru akan tumbuh di 2021, sebesar 3,2%. Sebelumnya Moody's memprediksi pertumbuhan negara G-20 sebesar 2,6% di 2020 pada November 2019, sebelum wabah corona menyebar.

Karenanya, Moody's berharap otoritas fiskal dan moneter terus melakukan sejumlah cara untuk mencegah makin melemahnya konsumsi rumah tangga dan bisnis. Pasalnya risiko penurunan pertumbuhan masih cukup besar.



Di sejumlah negara Eropa, Moody's menuliskan ada potensi kontraksi secara kumulatif pada kuartal I-2020 dan kuartal II-2020. "Jerman sebesar 5,4%, Italia 4,5%, AS 4,3%, Inggris 3,9% dan Prancis 3,5%.

Sementara China, pertumbuhan PDB riil di 2020 diperkirakan hanya sebesar 3,3%. Perlambatan permintaan konsumen menjadi penyebab, meski di 2021 ekonomi Negeri Panda diprediksi bisa tumbuh 6,0%.

Di negara berkembang lain, termasuk penurunan PDB tak bisa dihindari terutama di kuartal II-2020. Pemulihan juga relatif rendah, seiring dengan tak memadainya dukungan pada bisnis dan rumah tangga.

Untuk Indonesia, pertumbuhan ekonomi RI diperkirakan hanya akan berada di level 3,7% di 2020 ini. Namun bisa kembali tumbuh hingga 5,0% pada 2021.

Tahun 2019, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,02%, lebih rendah dibanding capaian tahun 2018 sebesar 5,17%.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading