Penyelamat IHSG, Ini 5 Saham yang Diborong Asing

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 March 2020 16:28
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan berhasil ditutup menguat 2% lebih.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan berhasil ditutup menguat 2% lebih, setelah sempat ambles 4% pada awal perdagangan Jumat ini (20/3/2020). Pada penutupan perdagangan IHSG naik 2,18% di level 4.194,94.

Berdasarkan data BEI, sebanyak 192 saham menguat, 224 saham melorot, dan 118 saham stagnan dan lainnya tidak diperdagangkan. Nilai transaksi harian tercatat Rp 13,11 triliun, relatif lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya sekitar Rp 5-8 triliun.

Namun investor asing masih tercatat jual bersih atau net sell Rp 860,15 miliar di pasar reguler hari ini.


Kendati demikian, terdapat lima emiten yang berhasil mencatatkan beli bersih asing. Kelima emiten tersebut yakni:


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Saham BBCA dibeli asing Rp 72,53 miliar, dengan nilai transaksi Rp 1,87 triliun. Harga sahamnya naik 1,83% di level Rp 23.675/saham. Saham bank yang dikendalikan Grup Djarum ini sudah tertekan 29,17% sejak awal tahun hingga hari ini (year to date).

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
Saham produsen rokok ini dibeli asing Rp 23,03 miliar, dengan nilai transaksi Rp 104,78 miliar. Saham GGRM melonjak tajam hingga 19,98% di level Rp 39.475/saham. Saham GGRM minus 25,52% secara year to date.

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS)
Saham BTPS sayangnya minus 5,08% di level Rp 2.430/saham, kendati asing belanja saham anak usaha PT Bank BTPN Tbk (BTPN) ini sebesar Rp 10,44 miliar. Nilai transaksi saham BTPS Rp 36,88 miliar. Year to date saham BTPS minus 43%.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Saham emiten konsumer ini dibeli asing Rp 9,86 miliar, dengan nilai transaksi Rp 260,79 miliar. Saham UNVR melonjak 10,18% di level Rp 6.225/saham. Year to date saham UNVR minus 26%.

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
Saham emiten media Grup MNC ini ditransaksikan sebesar Rp 49,51 miliar, dengan penurunan harga saham minus 0,56% di level Rp 880/saham. Asing masuk Rp 6,18 miliar. Year to date saham induk RCTI dan Global TV ini ambles 46%.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading