Kementerian BUMN: Selamatkan Aset Jiwasraya Sebelum Beralih!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 March 2020 11:31
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah merilis perhitungan kerugian negara.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah merilis perhitungan kerugian negara (PKN) akibat kasus mega skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Hasilnya, jumlah PKN yang dihitung BPK mencapai Rp 16,81 triliun, terdiri dari kerugian investasi saham Rp 4,65 triliun dan reksa dana Rp 12,16 triliun.

Jumlahnya beda tipis dengan proyeksi awal Kejaksaan Agung (Kejagung) Rp 17 triliun. Selain itu, Kejaksaan Agung juga menyebut aset Jiwasraya yang dapat disita mencapai Rp 13,1 triliun untuk sementara.

Kementerian BUMN pun buka suara terkait dengan penyitaan aset Jiwasraya ini, termasuk aset-aset dari para tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya yang tengah disidik Kejagung.


"Kita kan mendorong yang dilakukan Kejaksaan, kita harapkan angka yang dihitung bisa jadi acuan untuk mencari orang yang merugikan negara dan yang sudah dijadikan tersangka, asetnya diharapkan diselamatkan, apalagi target sudah diketahui berapa," tegas Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, di Kementerian BUMN, Selasa (10/3/2020).

Arya menegaskan bahwa proses hukum terus berlangsung, tetapi pihaknya berharap secepatnya Kejagung bisa menyelamatkan aset negara di Jiwasraya sebelum berpindah tangan.

"Memang kita tahu ada proses hukum sampai aset [Jiwasraya] bisa diambilalih negara, tapi Kejaksaan diharapkan secepatnya selamatkan jangan sampai beralih tangan," kata Arya.


Ketua BPK Agung Firman Sampurna sebelumnya mengatakan metode yang dilakukan untuk menghitung PKN ini adalah total lost di mana seluruh saham-saham yang diduga dibeli melawan hukum dianggap berdampak.

"Menghitung PKN ini adalah total lost di mana seluruh saham-saham yang diduga dibeli melawan hukum dianggap berdampak dan nilai PKN Rp 16,81 triliun terdiri dari investasi saham sebesar Rp 4,65 triliun dan kerugian negara akibat investasi reksa dana Rp 12,16 triliun," katanya dalam konferensi pers bersama Kejagung di Jakarta, Senin (9/3/2020).


Jiwasraya: Kerugian Negara Rp 16,8 T, Aset Disita Rp 13,1 TFoto: CNBC Indonesia


Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung, ST Burhanuddin, menegaskan aset yang akan disita jumlahnya akan terus berkembang.

"Aset yang dapat kita sita sebanyak Rp 13,1 triliun dan ini masih tetap berkembang. Kita terus cari hingga terpenuhi apa yang kita harapkan untuk pengembaliannya," kata Jaksa Agung.


[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading