Harga SUN Diprediksi Masih Terkoreksi, Intervensi BI Ditunggu

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
27 February 2020 09:11
Harga SUN Diprediksi Masih Terkoreksi, Intervensi BI Ditunggu
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan Kamis ini (27/2/2020) seiring dengan semakin luasnya penyebaran virus corona Wuhan (Covid-19), terutama ke negara-negara Eropa seperti Austria, Swiss, dan Spanyol.

Meskipun demikian, tekanan terhadap harga surat utang negara (SUN) diprediksi tidak akan meningkat signifikan karena Bank Indonesia diyakini akan segera melakukan operasi pasar jika kondisi pasar semakin tidak memungkinkan.

"Meskipun demikian [tekanan akan berlanjut], kemungkinan naiknya tingkat imbal hasil (yield) SUN secara signifikan akan dibatasi aksi Bank Indonesia untuk menstabilkan pasar obligasi," ujar Ariawan, Head of Research PT BNI Sekuritas, dalam risetnya pagi ini.



Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan keuntungan yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

Selain itu, likuiditas transaksi obligasi di pasar sekunder dinilai Ariawan dan tim sebagai faktor positif bagi sentimen pelaku pasar terhadap efek utang pemerintah itu.

Dengan potensi tekanan yang masih terbuka dalam jangka pendek, seri pendek dan menengah seperti seri FR0053, FR0061, FR0070, FR0081, FR0056, FR0059, FR0064, FR0071, dan FR0078 dapat menjadi pilihan alternatif investor sebagai pilihan bertransaksi.

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.057 triliun SBN, atau 37,51% dari total beredar Rp 2.818 triliun berdasarkan data per 25 Februari 2020.


Angka itu menunjukkan kepemilikan investor asing sudah mulai keluar dari pasar SUN senilai Rp 12,86 triliun sejak akhir pekan lalu, sedangkan sejak awal bulan masih defisit Rp 19,67 triliun.

Sejak awal tahun ini, posisi investor asing masih negatif Rp 4,47 triliun dibanding posisi akhir Desember 2019 Rp 1.061,86 triliun, tetapi persentasenya turun dari 38,57% pada periode yang sama.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading