Laris Manis! RI Sukses Jual Surat Utang dalam Dolar dan Euro

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
06 January 2021 17:23
U.S. dollar and Euro banknotes are seen in this picture illustration taken May 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan surat utang atawa obligasi dalam mata uang asing yaitu dolar Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Nilainya adalah US$ 3 miliar dan EUR 1 miliar.

"Mengawali tahun 2021, Pemerintah Republik Indonesia sukses melakukan transaksi penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam 2 (dua) mata uang asing (dual-currency) yaitu US Dollar dan Euro dengan format SEC-Registered Shelf Take-Down," sebut keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Rabu (6/1/2021).

Berikut adalah rincian hasil transaksi penerbitan dua obligasi tersebut:


sbnSumber: Kementerian Keuangan

"Penerbitan SUN dual-currency ini memanfaatkan window di awal tahun ketika terdapat likuiditas di pasar yang cukup tinggi dan adanya sentimen positif di pasar keuangan sebagai respon atas perkembangan vaksin Covid-19. Hasil dari penerbitan kali ini akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan penguatan reformasi struktural," lanjut keterangan itu.

Ada satu prestasi yang perlu dicatat. Penerbitan obligasi valas ini mendapatkan imbal hasil (yield) terendah dalam sejarah.

Untuk seri-seri dengan denominasi dolar AS, initial price guidance berada pada area 2,35% untuk tenor 10 tahun, kisaran 3,55% untuk tenor 30 tahun, dan sekitar 3,85% untuk tenor 50 tahun. Namun transaksi ini berhasil mendapatkan orderbook yang dalam dan berkualitas sehingga final price guidance dapat ditekan hingga 45 basis poin (bps) ke 1,9% untuk tenor 10 tahun, 3,1% untuk tenor 30 tahun, dan 3,4% untuk tenor 50 tahun.

Demikian pula dengan obligasi berdenominasi euro. Pemerintah berhasil menekan harga sebesar 40bps dari initial price guidance di area 175 bps ke final price guidance di 35bps. Transaksi kali ini juga mencatatkan tenor terpanjang untuk obligasi denominasi euro yang pernah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia.

"Keseluruhan transaksi mendapatkan harga yang kompetitif, dengan final pricing yang berada pada level yang paling ketat untuk semua seri dan mencapai negative new issue premium yang signifikan. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap credit story Indonesia dan optimisme atas pemulihan ekonomi Indonesia," lanjut keterangan tertulis Kementerian Keuangan.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading