Laba CIMB Niaga & Bank Danamon Keok, Cuma Naik 4%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 February 2020 11:28
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) merilis laporan keuangan untuk tahun 2019.

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua bank swasta yang masuk kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV dengan modal inti di atas Rp 30 triliun yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) merilis laporan keuangan untuk tahun 2019.

Hasilnya, laba kedua bank yang dipegang investor asing ini naik tapi hanya single digit. CIMB Niaga mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 3,65 triliun dari tahun sebelumnya yakni Rp 3,48 triliun, atau naik hanya 4,88%.

Kenaikan laba bersih ini melambat dari periode 2018 saat laba bersih konsolidasian naik hingga sebesar 16,65% menjadi Rp 3,48 triliun dibandingkan dengan tahun 2017 yakni Rp 2,97 triliun.


Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih 2019 ditopang pendapatan bunga bersih yang naik 4,66% menjadi Rp 12,57 triiun dari sebelumnya Rp 12,01 triliun. Pendapatan bunga khusus denominasi rupiah mencapai Rp 20,33 triliun dari Rp 18,85 triliun, dan pendapatan bunga valas Rp 1,36 triliun dari Rp 1,44 triliun, sementara beban bunga denominasi rupiah Rp 8,49 triliun dari sebelumnya Rp 7,81 triliun.

"Kami menutup tahun 2019 dengan peningkatan pada sebagian besar lini bisnis. Pendapatan operasional naik sebesar 6,3% YoY [year on year] utamanya dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan non-bunga atau Non Interest Income sebesar 11,6% YoY," kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan, dalam siaran pers, dikutip Kamis (20/2/2020).

Rasio kecukupan modal (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 21,47% per 31 Desember 2019, meningkat 181 bps (basis poin) dari tahun sebelumnya, sementara 
total aset sebesar Rp 274,5 triliun per 31 Desember 2019.

Jumlah kredit yang disalurkan hanya tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp194,2 triliun, terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan pada kredit konsumer.


"Kami tetap menjaga konsistensi pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah [KPR] yang meningkat sebesar 12,5% YoY, dan kartu kredit yang tumbuh 12,8% YoY sebagai hasil dari pengembangan bisnis akuisisi merchant yang kami lakukan," kata Tigor.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat naik 2,54% sebesar Rp195,6 triliun dari sebelumnya Rp 190,75 triliun, dengan rasio CASA sebesar 55,35%. Adapun tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 8,8% YoY.

Sementara itu, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4,07 triliun pada tahun 2019, atau tumbuh 4% dari tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada 2018, Bank Danamon mencatatkan laba bersih 2018 sebesar Rp 3,9 triliun naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 3,7 triliun.

P
ada kuartal IV-2019, Bank Danamon mengumumkan ekuitas tier-1 melebihi Rp 30 triliun, di atas persyaratan untuk menjadi bank BUKU IV.

Pertumbuhan laba bersih dikontribusikan oleh penuntasan transaksi penjualan 70% kepemilikan saham di PT Asuransi Adira Dinamika Tbk anak perusahaan Bank Danamon yang bergerak di segmen asuransi umum, kepada Zurich Insurance Company Ltd.



Manajemen Bank Danamon menyampaikan hasil dari penjualan kepemilikan saham Asuransi Adira ini akan dialokasikan untuk memperkuat perusahaan termasuk infrastruktur , peningkatan kualitas layanan nasabah, dan potensi penambahan pendapatan kepada pemegang saham Bank Danamon yakni MUFG Bank Ltd. (anak usaha perbankan Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc.).

"Tahun pertama investasi MUFG membawa beberapa tonggak sejarah baru bagi Bank Danamon, dari tuntasnya penggabungan usaha dengan Bank Nusantara Parahyangan (Bank BNP), mencapai persyaratan modal untuk menjadi bank BUKU IV, sampai dengan penjalinan kemitraan dengan berbagai institusi terkemuka," kata Yasushi Itagaki, Direktur Utama Bank Danamon, dalam siaran persnya.

Dari sisi kredit, penyaluran kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan atau EB & FI naik 6% menjadi Rp 44,0 triliun.

Segmen Perbankan Usaha Kecil 
Menengah (UKM) mencatatkan pertumbuhan hanya sebesar 1% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 31,5 triliun. Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 16,3% menjadi Rp 9,1 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 7% secara setahunan menjadi Rp 54,8 triliun di tengah perlambatan pada industri otomotif. Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 5% menjadi Rp 143,8 triliun secara setahunan.

[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading