Ratusan Korban Investasi Ini Serbu Hotman Paris, Ada Apa?

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 February 2020 10:40
Ratusan nasabah yang menjadi korban produk reksa dana mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ratusan nasabah yang menjadi korban produkĀ reksa dana mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris. Mereka berbondong-bondong mendatangi Kopi Johny, di kawasan Jakarta Utara, Minggu (16/2/2020).

Melalui sebuah video yang diunggah pengacara kondang Hotman Paris melalui akun Instagram resminya, @hotmanparisofficial, puluhan nasabah tersebut mengutarakan keluhannya di depan Hotman Paris.


"Hari Minggu di pagi hari, ratusan orang yang diduga korban reksa dana terkait usaha Mina Padi dan Emco Aset Manajemen. Ini dugaan, datang ke Kopi Jhony karena telah melibatkan uang yang diduga kerugian seluruh nasabah," kata Hotman, dalam video yang diunggah ke Instagram resminya.


Hotman mengatakan, hampir sekitar 6.000 nasabah mengaku telah rugi besar karena membeli produk reksa dana kedua manajer investasi tersebut, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 6 triliun.

Salah seorang nasabah dalam video tersebut bahkan meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelesaikan masalah mereka.

"Saya minta tolong kepada pak Presiden Jokowi, kasihanilah kami. Rakyatmu. Tolonglah urus kami pak. Kami tidak tau apa-apa. Kami mohon belas kasihan. Dari OJK, semuanya diselidiki sampai tuntas ke akar-akarnya," katanya.




Sebagai informasi, OJK sendiri telah memberikan perintah pembubaran (likuidiasi) enam reksa dana PT Minna Padi Aset Manajemen pada 21 November 2019 silam. Namun, hingga kini belum dilaksanakan.

Minna Padi ternyata masih kesulitan menjalankan proses pembubaran dan likuidiasi. Padahal, hasil akhir proses likuidiasi sudah masuk ke tahap audit yang diharapkan rampung pada 18 Februari 2020, yang merupakan batas akhir pembubaran.

Sementara itu, dana kelolaan reksa dana Emco Aset Manajemen pun turun drastis sejak akhir Oktober hingga akhir Desember 2019 yang disertai dengan kinerja reksa dana yang tak kalah dalam koreksinya.

Bahkan, manajer investasi itu juga sempat meminta nasabahnya untuk tidak mencairkan investasinya meskipun kinerja produk investasi yang dimiliki sedang mengalami penurunan.

[Gambas:Video CNBC]





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading