Soal Sawit, Dubes Rusia: Kami Tidak Diskriminasi CPO RI!

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
13 February 2020 10:28
Soal Sawit, Dubes Rusia: Kami Tidak Diskriminasi CPO RI! Foto: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva (CNBC Indonesia/Rehiya)

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva berharap nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia bisa meningkat tahun ini.

Apalagi saat ini kedua negara memiliki kerja sama yang makin erat di bidang perdagangan, salah satunya terbukti dari penandatangan Nota Kesepahaman Kerja Sama Antara Eurasian Economic Commission dan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2019.

"
Perdagangan, saya harap akan tumbuh antarkedua negara," katanya dalam press briefing di Kedutaan Rusia di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

"
Kami akan membahas masalah ini dan temukan cara untuk meningkatkan keseimbangan nilai perdagangan untuk meningkatkan perdagangan kita ... Kami akan adakan pertemuan working group [Eurasian Economic Commission]," katanya.

Sementara itu saat ditanya soal kebijakan Rusia dalam impor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dari Indonesia, Lyudmila mengatakan akan membahas masalah tersebut dalam pertemuan tersebut.

Foto: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva (CNBC Indonesia/Rehiya)


Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Rusia selama ini telah banyak membeli CPO Indonesia. Negara itu juga belum memiliki rencana untuk merombak aturannya dalam sektor ini.

"Minyak kelapa sawit harusnya dibahas di
 working group ini ... kami tidak diskriminasi (CPO). Kami beli CPO dalam skala besar, industri kami memakai itu. Kami tidak punya kebijakan yang diskriminatif dan berharap dapat terus berlanjut. Jika ada perubahan akan didiskusikan antara grup ini dengan Indonesia. Sejauh ini kami belum punya info kebijakan CPO kami akan berubah." jelasnya.



Nilai impor Indonesia dari Rusia adalah sebesar US$ 1,55 miliar atau setara dengan Rp 21 triliun (asumsi kurs Rp 13.600/US$) selama 2018, menurut database COMTRADE PBB tentang perdagangan internasional, sebagaimana dilaporkan Trading Economic.

Pada perdagangan Rabu kemarin (12/2/2020), harga CPO kembali kehilangan keperkasaan. Sentimen pelemahan ekspor karena wabah virus corona menjadi sentimen negatif untuk harga komoditas unggulan RI dan Malaysia ini. Data Refinitiv menunjukkan harga CPO kontrak di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) anjlok turun dan berada di level RM 2.659/ton.



[Gambas:Video CNBC]



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading