Harga CPO Agak Loyo, Saham Emiten Sawit Mulai Tumbang

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
21 January 2020 15:58
Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih terkoreksi.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih terkoreksi karena imbas panasnya hubungan India dan Malaysia. Akibatnya, saham emiten sawit di bursa cenderung tertekan.

Selasa (21/1/2020), harga CPO kontrak pengiriman 3 bulan di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) berada di level RM 2.858/ton, koreksi 44 ringgit atau turun 1,52% Jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin.

Hal ini turut berimbas pada pergerakan indeks sektor agrikultur di bursa yang terkoreksi 0,70% di bursa, terdalam dibandingkan sektor lainnya. Hal ini tidak lepas dari turunnya harga saham emiten sawit tersebut.

Tiga besar saham yang paling terpapar penurunan ialah: PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk/SMAR (-2,44%), PT Salim Ivomas Pratama Tbk/SIMP (-1,93%), dan PT Eagle High Plantations Tbk/BWPT (-1,39%).

Beberapa Saham Emiten Sawit Cenderung Tertekan



Panasnya hubungan India-Malaysia membuat harga CPO terkoreksi. Hal ini bermula ketika Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengkritik secara pedas atas sikap India yang dinilai anti-Islam.

Sebagai balasan, India menetapkan pelarangan impor minyak sawit olahan. Namun secara informal India melarang pelaku industri di India untuk menjauhi minyak sawit dari Malaysia.


Reuters melaporkan, ada ribuan ton minyak sawit olahan yang tertahan di berbagai pelabuhan di India. "Lebih dari 30.000 ton terjebak di pelabuhan (India). Semua kapal ini dimuat sebelum pemerintah membatasi impor" kata seorang Trader minyak nabati yang berbasis di Mumbai.

India merupakan pembeli minyak sawit terbesar di dunia. India membeli minyak sawit hingga 9 juta ton per tahun atau dua per tiga dari total impor minyak nabati India. India membelinya dari Indonesia dan Malaysia. Per tahunnya India membeli lebih dari 4 juta ton minyak sawit dari Malaysia.

Aksi boikot ini jelas merugikan Malaysia karena harus susah payah menawarkan produksi sawitnya kepada negara lain. Untuk itu Malaysia berupaya menawarkan minyak sawitnya kepada Arab, Vietnam, Pakistan dan lain lain agar membeli lebih banyak minyak sawitnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]



(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading