IHSG Tak Move On, Level 6.000 Sulit Ditembus

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
07 February 2020 08:39
IHSG Tak Move On, Level 6.000 Sulit Ditembus
Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang tutup pekan ini, Jumat (7/2/2020) tampaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sulit beranjak ke level psikologis 6.000 meski sejumlah katalis positif akan mewarnai perdagangan hari ini.

Sentimen tersebut antara lain menjelang dirilisnya data cadangan devisa hingga diserahkannya draf RUU Omnibus Law Perpajakan ke DPR.

Kamis kemarin, IHSG ditutup menguat 0,14% ke level 5.987,15. Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga melaju di zona hijau: indeks Nikkei terapresiasi 2,38%, indeks Shanghai naik 1,72%, indeks Hang Seng menguat 2,64%, indeks Straits Times terkerek 0,94%, dan indeks Kospi bertambah 2,88%.

Dalam risetnya, PT MNC Sekuritas memaparkan, selama IHSG belum mampu menembus resistance pada area 6.000, maka saat ini IHSG rentan terkoreksi dalam jangka pendek ke arah 5.930-5.960. Namun, bila IHSG terkoreksi di bawah 5.876 yang terjadi adalah skenario alternatif (merah) dengan arah IHSG ke level 5.700-5.750.


Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati, katalis positif hari ini akan bersumber dari diserahkannya draf Rancangan Undang-undang (RUU) omnibus law oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada DPR berikut naskah akademik dan surat presiden.

Terdapat sembilan undang-undang yang ada dalam RUU omnibus law perpajakan tersebut, di antaranya adalah UU mengennai Pajak Penghasilan (PPh), UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN), UU Kepabeanan, UU Cukai hingga UU Penanaman Modal.

Beralih dari sana, Bank Sentral Eropa (ECB), mengungkapkan, wabah virus korona (nCoV) sebagai ketidakpastian baru bagi perekonomian global dan mengingatkan untuk tidak menganggap hal biasa terkait meluasnya penyebaran virus korona jenis baru ini. Gubernur ECB, Christine Lagarde bahkan menempatkan risiko penyebaran penyakit korona ini pada tingkat yang sama dengan risiko global lain seperti perang dagang dan konflik geopolitik.

"IHSG memiliki peluang bergerak menguat dan diperdagangkan pada kisaran 5.945 - 6.035," tulis Pilarmas, Jumat (7/2/2020).

Sementara itu, Indosurya Sekuritas memperkirakan, IHSG berpeluang melaju di zona hijau pada level 5.889 - 6.123 menjelang dirilisnya data cadangan devisa oleh Bank Indonesia yang diperkirakan, akan berada dalam kondisi stabil sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap laju IHSG hari ini. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading