Bos Asabri: Bentjok & Heru Hidayat Komitmen Lunasi Kewajiban

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
29 January 2020 12:03
Manajemen PT Asabri (Persero) menegaskan bahwa penurunan nilai investasi Asabri terutama karena anjloknya saham dan reksa dana.
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Asabri (Persero) menegaskan bahwa penurunan nilai investasi Asabri terutama karena anjloknya saham dan reksa dana perseroan, terutama dari portofolio saham milik dua grup investor pasar modal yakni Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro (Bentjok).

Heru adalah Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang juga memiliki beberapa saham lain, sementara Benny Tjokro adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) dan pemilik PT Rimo Internasional Tbk (RIMO). Keduanya kini menjadi dua dari lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Total aset dari AIP [akumulasi iuran pensiun] 2018 sebesar Rp 26,9 triliun, sedangkan 2019 unaudited menjadi Rp 18,9 triliun. Penurunan [Rp 8 triliun] ini terjadi karena nilai saham dan reksa dana yang menurun khususnya paling besar karena dari dua orang itu [Heru dan Bentjok] karena dari Rp 400-500/saham tinggal 50 perak," katanya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Rabu (29/1/2010).



Letjen TNI aktif ini menegaskan bahwa saham investasi Asabri yang dimaksud adalah saham-saham yang terafiliasi dalam grup Hanson dan grup Heru Hidayat.

Pihaknya sudah memanggil kedua pihak tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mengingat dana Asabri adalah dana milik prajurit TNI/Polri/Kementerian Pertahanan.

"Komitmen dan tanggungjawab beliau [Heru dan Bentjok] sudah kita mintakan di pertengahan tahun 2019 ketika sahamnya kok semakin menurun gak ada perubahan dan recovery kita panggil, minta pertanggungjawaban," tegas Sonny.

"Karena saya bilang ini uangnya prajurit dan Polri, mereka bersenjata. Kalau tijitibeh, mati siji mati kabeh [Mati Satu, Mati Semua]. Akhirnya mereka sudah komitmen. Sudah tanda tangan akta real, tinggal tagih dan kembali."

Dia mengatakan penggantian keduanya mencapai Rp 10,9 triliun. Permintaan tanggungjawab Asabri kepada pihak-pihak terkait adalah bagian dari langkah-langkah yang akan ditempuh untuk memulihkan atau recovery penurunan nilai aset.

Ada empat langkah yang dilakukan Asabri untuk melakukan hal tersebut. 


Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan dan Investasi Asabri Rony Hanityo Apriyanto empat langkah tersebut yakni pertama, melakukan pemetaan aset yang bermasalah dan mengubah gaya investasi risk profile agresive ke moderat.

Kedua, akan meminta pertanggungjawaban kepada dua grup (Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro). Ketiga, atas penurunan nilai aset saham sebesar Rp 10,9 triliun akan dipulihkan melalui pemenuhan tanggung jawab dari Heru Hidayat sebesar Rp 5,8 triliun dan Benny Tjokro sebesar Rp 5,1 triliun.

Keempat, Asabri akan meminta pertanggungjawaban atas kinerja perusahaan manajer investasi yang performa kinerjanya buruk (underperform).

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading