Erick Sebut BUMN Jangan Palugada, Apa Lu Mau Gue Ada!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 January 2020 16:17
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan lima langkah strategi BUMN 2020-2024.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan lima langkah strategi BUMN 2020-2024, salah satunya perusahaan BUMN diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara bisnis dan pelayanan publik.

"[BUMN] harus didasari visi efisien. Karena itu ada lima visi presiden, pembangunan infra, pembangunan SDM karena mau gak mau harus dilakukan, dorong investasi, reformasi birokrasi kita gak mau di BUMN yang harus servis BUMN, tapi bagian [BUMN[ yang perpanjang dan sulitkan birokrasi hal ini yang menjadi bagian servis ke rakyat, terakhir penggunaan APBN berkelanjutan," kata Erick di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Selain itu, Erick juga menegaskan bahwa perusahaan BUMN harus kembali ke bisnis inti (core business) agar dapat fokus dan tumbuh berkelanjutan.




Erick menjelaskan lima langkah strategi BUMN 2020-2024 ialah, pertama, BUMN harus menyeimbangkan antara bisnis dan layanan publik atau public service.

"Itu realita, keunikan BUMN," kata Erick.

Kedua, disrupsi dan perubahan industri sehingga BUMN harus siap dengan perubahan yang ada dan tidak menjalankan bisnis seperti biasa alias business as usual.

"Transformasi BUMN harus siap, gak bisa business as usual karena disrupsi terjadi. Bank apa masih akan eksis 20 tahun mendatang? Data apa masih ada apa sudah free," tegasnya.


"BUMN lain juga penting. Perbaikan bisnis BUMN yang salah, diharapkan salah satunya kembali ke bisnisnya [bisnis inti], jangan kayak pengusaha awal palugada, apa lu mau gue ada. Karena footprint kekuatan keuangan dan dukungan pemerintah dan bangun ekosistem sehat dan sinergi dengan pihak yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem, bisa swasta, pemda dan desa or strategic partner," jelas Erick.

Ketiga, teknologi. Suka tak suka, kata Erick, BUMN harus fokus pada teknologi. "Banyak penemuan yang harus diimplementasikan, jangan sampai BUMN yang punya kekuatan terlena. Sekarang di mining sekarang ada yang namanya electric battery di industri mobil, luar biasa padahal kita produsen nikelnya," kata Erick.

"Apakah kita tidak mau menjadi salah satu produsen electric battery itu. Toh di BUMN banyak ada di industri strategis yang bisa pelajari terus, di mining, ada PLN, listrik. Sama di batu bara ada gasifikasi yang buat coal [batu bara] jadi kebutuhan lain," jelasnya.

Keempat, ada keharusan dampak ke publik tidak hanya BUMN menerima penyertaan modal negara (PMN).

"Karena background saya businessman semua yang diterima, harus ada multiback-nya apakah uang, apa servis ke masyarakat, tidak bisa kayak dulu-dulu asal PMN aja. Yang banyak sekali akhirnya proyek mangkrak. Saya yakin di BUMN dan pengawasan publik gak mau jadi oknum yang di kemudian hari disalahkan," kata pendiri Mahaka Media ini.

Kelima, gaji di perusahaan BUMN tidak kalah dengan perusahaan swasta.


"Temen temen di BUMN gak kalah dengan kementerian lain jadi penting sekali upgrade softskill, bukan salahkan gaji gede tapi gak bisa apa-apa. Harus benchmarking. Apa Pertamina sudah benchmarking dengan Total, Chevron atau happy saja dengan bisnis ini?

Total adalah perusahaan internasional asal Prancis yang bergerak dalam bidang operasi energi dan manufaktur kimia, terutama dalam bidang industri minyak dan gas. Sementara Chevron merupakan perusahaan minyak asal Amerika Serikat yang juga bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading