Catat! 7 Saham Ini Masuk IDX80, Saham Paling Likuid di BEI

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 January 2020 13:30
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusun ulang daftar saham pengisi indeks LQ45 dan IDX80.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusun ulang daftar saham pengisi indeks LQ45, indeks 45 saham paling likuid, untuk periode Februari 2020 hingga Juli 2020. Selain, itu BEI juga menyusun ulang indeks lainnya termasuk IDX80 yang berisi 80 saham terlikuid di pasar modal.

Data BEI mencatat ada tiga saham baru yang masuk yakni saham PT Ace Hardware Tbk (ACES), lalu saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Sementara saham yang keluar yaitu PT Indika Energy Tbk (INDY), saham PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) dan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).


Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam surat pengumuman hari ini mengatakan BEI telah melakukan evaluasi dan metodologi indeks LQ45.

"Pada Januari 2020 ini telah dilakukan evaluasi mayor guna menetapkan daftar saham dan menyesuaikan bobot atas saham-saham yang digunakan dalam perhitungan indek LQ45," kata Irvan, seperti dikutip hari laman pengumuman BEI.

LQ45 adalah indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.


Sementara itu untuk IDX80, ada tujuh saham yang baru di deretan indeks baru tersebut. IDX80 pertama kali diperkenalkan pada Februari 2019.

Sebanyak tujuh emiten yang sahamnya masuk untuk periode Februari-Juli 2020 yakni:

1. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)
2. PT Indosat Tbk (ISAT)
3. PT KM Wire & Cable Tbk (KBLI)
4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
5. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
7. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)



Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Februari merilis indeks baru, yakni IDX80 yang akan menerapkan sistem pembobotan baru, yakni free float, yang berbeda dari indeks-indeks sebelumnya, bahkan berbeda dengan sistem pembobotan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masing memperhitungkan kapitalisasi pasar dalam penghitungannya.

Free float ini dimaknai menjadi total saham scriptless yang dimiliki oleh investor dengan kepemilikan kurang dari 5% yang rasionya relatif terhadap total saham tercatat.

Keberadaan indeks ini melengkapi dua indeks likuid lainnya yang sudah terlebih dahulu dirilis yakni LQ45 dan IDX30. Namun, jika IDX80 sudah menerapkan 100% free float dalam pembobotannya, LQ45 dan IDX30 tak akan menerapkan sepenuhnya.


Sementara itu, sebanyak tujuh saham yang keluar dari Indeks IDX80 yakni:

1. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
2. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
3. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)
4. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)
5. PT PP Properti Tbk (PPRO)
6. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
7. PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)

[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading