Peluang Pemangkasan Bunga Meningkat,Poundsterling Tertekan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 January 2020 20:08
Peluang Pemangkasan Bunga Meningkat,Poundsterling Tertekan
Jakarta, CNBC Indonesia - Poundsterling melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (20/1/2020) menyusul semakin menguatnya probabilitas pemangkasan suku bunga bank sentral Inggris (Bank of England/BoE).

Pada pukul 19:52 WIB, poundsterling diperdagangkan di level US$ 1,2991, melemah 0,13% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Reuters melaporkan, berdasarkan data BOEWATCH pelaku pasar saat ini melihat probabilitas sebesar 70% BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,5%. BOE akan mengumumkan suku bunga pada 30 Januari nanti.




Tanda-tanda akan adanya pemangkasan suku bunga sudah muncul dalam beberapa pekan terakhir. Gubernur BoE, Mark Carney, yang berbicara perdana tahun ini dalam forum resmi dua pekan lalu mulai memberikan sinyal arah kebijakan moneternya.

Melansir Reuters, saat membuka acara "The Futures of Inflation Targeting Conference" di London Kamis (9/1/2020), Carney dikabarkan menyebut akan ada "respon cepat" BoE jika pelemahan ekonomi Inggris berlangsung terus-menerus. Pernyataan Carney itu menjadi sinyal bahwa BoE kemungkinan memangkas suku bunga untuk merangsang perekonomian.

Setelah pernyataan Carney tersebut, pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 14% suku bunga akan dipangkas pada 30 Januari nanti. Hanya dalam waktu dua pekan, probabilitas tersebut kini sudah menjadi 70%.

Kolega-kolega Carney yang juga memberikan sinyal suku bunga akan dipangkas, serta data ekonomi Inggris yang buruk membuat pelaku pasar melihat peluang suku bunga dipangkas semakin besar.

Silvana Tenreyro, salah satu anggota pembuat kebijakan BoE pada Jumat (10/1/2020) lalu mengatakan ia cenderung mendukung pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan jika pertumbuhan ekonomi tidak mengalami peningkatan.

Lalu pada Minggu (12/1/2020), Gertjan Vlieghe, yang juga merupakan anggota pembuat kebijakan moneter BoE menyatakan akan memilih memangkas suku bunga dalam rapat kebijakan moneter bulan ini. Sebagaimana dilansir Reuters, Vlieghe mengatakan akan mengubah keputusannya jika data ekonomi Inggris menunjukkan perbaikan yang signifikan.



Secara bersamaan, data ekonomi Inggris justru memburuk. Office for National Statistic (ONS) pada Jumat (17/1/2020) pekan lalu melaporkan penjualan ritel pada Desember turun 0,6% month-on-month (MoM), mematahkan hasil polling Reuters yang memprediksi pertumbuhan 0,5%. Dengan demikian, penjualan ritel Inggris stagnan 4 bulan beruntun.

Dua hari sebelumnya, ONS melaporkan inflasi Inggris di bulan Desember tumbuh sebesar 1,3% secara year-on-year (YoY), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya 1,5%. Kenaikan harga-harga di bulan Desember tersebut juga merupakan yang terendah sejak November 2016.

Inflasi Inggris berada dalam tren menurun sejak November 2017, saat itu inflasi tumbuh 3,1%. Setelahnya inflasi terus menurun hingga jauh ke bawah target bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) sebesar 2%.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading