Sengkarut Jiwasraya, Asabri, & AJB Bumiputera, Ini Bedanya!

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
20 January 2020 16:18
Sebanyak tiga perusahaan asuransi di Tanah Air menjadi sorotan publik saat ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak tiga perusahaan asuransi di Tanah Air menjadi sorotan publik saat ini. Ketiganya yakni dua perusahaan asuransi BUMN dan satu perusahaan asuransi swasta berbentuk mutual: PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asabri (Persero), dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912.

Ketiganya memiliki persoalan yang mirip dalam hal investasi tetapi dengan penyelesaian yang berbeda, kendati yang baru masuk ranah hukum yakni baru Jiwasraya.

Jiwasraya mengalami gagal bayar produk asuransi JS Saving Plan yang jatuh tempo Oktober-Desember 2019 senilai Rp 12,4 triliun. Tahun ini, gagal bayarnya berpotensi bertambah Rp 3,7 triliun sehingga total menjadi Rp 16 triliun.

Bagaimana sebetulnya persoalan dan perkembangan terakhir tiga perusahaan BUMN tersebut?



1. Jiwasraya

Persoalan likuiditas dialami Jiwasraya ketika pendapatan premi tak sesuai dengan kewajiban yang harus dibayarkan. Perseroan bahkan punya kewajiban pembayaran polis produk bancassurance bernama JS Saving Plan senilai Rp 12,4 triliun.

JS Saving Plan adalah produk asuransi jiwa berbalut investasi yang ditawarkan melalui bank (bancassurance). Produk Saving Plan ini mengawinkan produk asuransi dengan investasi seperti halnya unit link. Bedanya, di Saving Plan risiko investasi ditanggung oleh perusahaan asuransi, sementara risiko investasi unit link di tangan pemegang polis.

Total polis jatuh tempo atas produk ini pada Oktober-Desember 2019 ialah sebesar Rp 12,4 triliun. Manajemen baru Jiwasraya menegaskan tidak akan sanggup membayar polis nasabah yang mencapai triliunan itu karena adanya kesulitan keuangan ini disebabkan kesalahan investasi yang dilakukan oleh manajemen lama Jiwasraya.

Berdasarkan dokumen Penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia, terungkap informasi berkaitan dengan return yang dijanjikan Jiwasraya kepada nasabah pembeli produk JS Savings Plan.

Ada dua hal yang disoroti,
pertama, terjadi kesalahan dalam pembentukan harga produk tersebut alias mispricing. Produk Saving Plan yang ditawarkan melalui bancassurance itu ternyata dijanjikan memiliki guaranted return sebesar 9-13% per tahan selama 2013-2018 dengan periode pencairan setiap tahun.

Perkembangan Terakhir:
Selain dilanda kerugian investasi, Jiwasraya juga disidik Kejaksaan Agung soal dugaan korupsi. Potensi kerugian di perusahaan ini diduga merugikan negara Rp 13,7 triliun. Kejagung sudah menetapkan lima tersangka dan melakukan pemblokiran terhadap aset para tersangka.

Kelimanya adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Selain itu, setidaknya lebih dari 13 perusahaan manajer investasi juga diperiksa terkait dengan dugaan korupsi ini.

Tak hanya itu, soal pengembalian dana kepada nasabah, akan dilakukan secara mencicil pada kuartal I-2020 setelah dua skema akan dilakukan yakni holdingisasi Jiwasraya dan penjualan anak usaha (divestasi).

[Gambas:Video CNBC]




Asabri dan AJB Bumiputera
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading