Komut PGN Archandra Disahkan Besok, Asing Borong Saham PGAS

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
20 January 2020 11:00
Komut PGN Archandra Disahkan Besok, Asing Borong Saham PGAS

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN akan digelar pada Selasa besok (21/1/2020). Agenda utama yang akan dilakukan salah usulan pengangkatan Komisaris Utama PGN.

Dalam undangan yang disampaikan di situs resmi Bursa Eek Indonesia (BEI), manajemen PGAS menginformasikan RUPSLB akan digelar pada pukul 14-00-1600 WIB di Gedung Graha PGAS Lantai 2, Jakarta Barat.

"Mata acara dilaksanakan seusai usulan mata acara rapat berdasarkan surat PT Pertamina (Persero), tanggal 4 Desember, perihal permintaan penyelenggaraan RUPSLB PGN yang merujuk pada surat Menteri BUMN tanggal 22 November 2019 perihal usulan pengangkatan Komut PGN," tulis pengumuman PGN di BEI.


Dalam RUPSLB kali ini belum ada informasi terkait dengan pergantian pengurus yang lain. Sempat beredar kabar jajaran direksi PGN juga akan ada pergantian.


Data BEI mencatat, pada perdagangan Senin ini (20/1/2020), pukul 10.51 WIB, saham PGAS minus 1,24% di level Rp 1.995/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 48,36 triliun.

Dalam sebulan terakhir, saham PGAS juga masih minus 7,01%. Namun hari ini, investor asing masuk hingga Rp 4,22 miliar dan sebulan terakhir asing borong Rp 184 miliar.

Terkait dengan agenda RUPSLB ini, mantan wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sudah PGN dipastikan akan menjadi Komisaris Utama PGN seperti diungkapkan Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.


"Kan dia komisaris di PGN. Komisaris utama. Itu kita usulkan," kata Arya ketika ditanya siapa yang bakal menjabat Komisaris utama PGN di Kementerian BUMN, Kamis (19/12/2019).

Dia menjelaskan penunjukkan Arcandra karena sudah memiliki rekam jejak yang baik. Bukan hanya di dalam negeri, namun dinilai sudah teruji di berbagai perusahaan migas luar negeri.

"Pernah jadi Wamen dan tahu [bidang[ energi, di Amerika jagoan konsultan, dia paham betul," tegas Arya.


Sebelumnya, Arcandra adalah Wamen ESDM periode Oktober 2016-Oktober 2019 dan Menteri ESDM selama dua bulan periode Juli 2016-Agustus 2016. Masa jabatannya singkat saja waktu itu sebagai menteri karena dia tersandung kasus ganda kewarganegaraan. Meski begitu, dia juga dinilai memiliki track record baik di banyak perusahaan.

Karier terakhirnya sebelum pulang ke Indonesia adalah ketika bekerja sebagai Direktur Asia Offshore Consulting Llc dan Presiden Petroneering Consulting Houston di Petroneering, konsultan penambangan minyak lepas pantai.

Komut lama PGN yakni IGN Wiratmaja Puja yang menjabat sejak 2018. Wiratmaja adalah Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral periode 2016 - 2017 dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian ESDM sejak 2017.


[Gambas:Video CNBC]



(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading