Ekonomi China Tumbuh Sesuai Ekspektasi, IHSG ke Zona Hijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
17 January 2020 09:33
Ekonomi China Tumbuh Sesuai Ekspektasi, IHSG ke Zona Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan terakhir di pekan ini, Jumat (17/1/2020), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,12% ke level 6.293,78. Pada pukul 09:10 WIB, apresiasi indeks saham acuan di Indonesia tersebut adalah sebesar 0,11% ke level 6.292,76.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang sedang kompak melaju di zona hijau. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei terapresiasi 0,45%, indeks Shanghai menguat 0,25%, indeks Hang Seng naik 0,08%, indeks Straits Times terkerek 0,1%, dan indeks Kospi bertambah 0,15%.



Bursa saham Asia berhasil mengekor bursa saham AS alias Wall Street yang mencetak rekor pada perdagangan kemarin, Kamis (16/1/2020). Pada penutupan perdagangan kemarin, indeks Dow Jones naik 0,92%, indeks S&P 500 menguat 0,84%, dan indeks Nasdaq Composite terapresiasi 1,06%. Ketiga indeks saham acuan di AS tersebut ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Formalisasi kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China masih menjadi sentimen positif yang memantik aksi beli di bursa saham AS. Pada hari Rabu waktu setempat (15/1/2020), AS dan China menandatangani kesepakatan dagang tahap satu di Gedung Putih, AS.

Dari pihak AS, penandatanganan dilakukan langsung oleh Presiden Donald Trump, sementara pihak China mengirim Wakil Perdana Menteri Liu He.

Sesuai dengan yang diumumkan oleh Trump pada bulan Desember, melalui kesepakatan dagang tahap satu AS akan memangkas bea masuk sebesar 15% terhadap produk impor asal China senilai US$ 120 miliar menjadi setengahnya atau 7,5%.


Sebelumnya, AS telah membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk impor asal China pada tanggal 15 Desember. Untuk diketahui, nilai produk impor asal China yang akan terdampak oleh kebijakan ini sejatinya mencapai US$ 160 miliar.

Lebih lanjut, kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China memasukkan komitmen dari China untuk membeli produk asal AS senilai US$ 200 miliar dalam kurun waktu dua tahun.

Kemudian, kesepakatan dagang tahap satu AS-China juga akan membereskan komplain dari AS terkait pencurian hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi secara paksa yang sering dialami oleh perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam.

Lebih lanjut, sentimen positif bagi bursa saham Asia datang dari rilis data pertumbuhan ekonomi China periode kuartal IV-2019. Sepanjang tiga bulan terakhir tahun 2019, perekonomian China tercatat tumbuh sebesar 6% secara tahunan, sesuai dengan konsensus yang dihimpun oleh Reuters.

Sejauh ini, China masih merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia. Jika perekonomian China tumbuh relatif tinggi, tentu pertumbuhan perekonomian dunia juga akan berada di level yang relatif tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading