Dihajar Kanan-Kiri Harga CPO KO, Reli Berhenti Nih?

Market - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
17 January 2020 09:05
Ada dua faktor pemicu, antara lain aksi boikot minyak sawit Malaysia oleh India dan kesepakatan dagang fase I Amerika Serikat-China.
Jakarta, CNBC Indonesia - CPO yang digempur oleh berbagai sentimen akhirnya tumbang. Harga minyak sawit mentah (CPO) kontrak di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) berada di level RM 2.943/ton, Kamis (16/1/2020), turun 2 ringgit dibanding harga penutupan Rabu.

Ada dua faktor pemicu, yaitu aksi boikot minyak sawit Malaysia oleh India dan kesepakatan dagang fase I Amerika Serikat-China.

Memang beberapa hari terakhir, India tengah melakukan aksi boikot pada produk sawit Malaysia sebagai balasan setelah mengkritik tindakan India yang dinilai 'menginvasi dan menduduki' Khasmir serta menuding UU Kewarganegaraan baru yang 'anti-Islam'.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad menanggapinya dengan berkata, akan terus menyuarakan kebenaran dan melawan hal yang tidak benar walau akan berdampak pada ekonomi Malaysia, dikutip dari Reuters.


Menurut kajian Maybank IB, larangan impor minayk sawit Malaysia akan membuat persediaan minyak sawit Malaysia menumpuk dan ketika output kembali pulih pada kuartal II-2020, harga CPO terancam terkoreksi.

Pada pekan lalu, New Delhi memberlakukan larangan impor minyak sawit olahan dan palmolefin menyusul kritik Perdana Menteri Malaysia pada India pada Desember lalu. Empat pelaku industri mengatakan importir India tak membeli CPO maupun minyak sawit Malaysia.

Faktor kedua yang membuat harga CPO akhirnya anjlok adalah kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China yang diteken di Gedung Putih pada dua hari lalu. Presiden AS Donald Trump hadir dan menyampaikan pidatonya dalam seremonk itu, sementara China diwakili oleh Perdana Menterinya yaitu Liu He yang membacakan surat dari Xi Jinping.

Salah satu poin dalam kesepakatan itu adalah AS memangkas tarif dari 15% menjadi 7,5% untuk produk impor asal China senilai US$ 120 miliar dan China akan membeli barang dan jasa AS senilai US$ 200 miliar selama dua tahun.

Salah satu produk yang akan dibeli oleh China dari AS adalah produk pertanian. Pada 2020 target pembelian produk pertanian AS oleh China nilainya mencapai US$ 12,5 miliar yang di dalamnya termasuk minyak nabati, daging, sereal, kapas, dan seafood.

Tentu ini bukan kabar yang diharapkan oleh CPO. Saat perang dagang AS-China terjadi, ekspor minyak sawit Malaysia ke China melonjak drastis. Namun kala keduanya kini berdamai, China akan kembali membeli kedelai dari AS.


[Gambas:Video CNBC]





(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading