Hubungan Bilateral

Hai Eksportir, Swiss Butuh CPO RI 10.000 Ton Nih!

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
17 January 2020 06:34
Hai Eksportir, Swiss Butuh CPO RI 10.000 Ton Nih!
Jakarta, CNBC Indonesia - Walaupun Eropa masih memasukkan crude palm oil (CPO) atau minyak sawit milik Indonesia ke dalam 'black list', ternyata ada satu negara yang berada di benua tersebut yang dengan senang hati menerima.

Negara tersebut adalah Swiss. Meski berada di benua Eropa, Swiss bukan bagian dari Uni Eropa (EU).

Nah belum lama, Indonesia telah mengadakan perjanjian dagang Indonesia-EFTA (Liechtenstein, Islandia, Norwegia, dan Swiss)‎ Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IE CEPA


Duta Besar Indonesia untuk Swiss Merangkap Liechtenstein, Muliaman Hadad mengungkapkan dengan adanya IE-CEPA tersebut dimungkinkan kerja sama lebih jauh antara RI dan Swiss, terutama CPO.

Hai Eksportir, Swiss Masih Masih Butuh CPO RI 10.000 Ton Nih!Foto: Dok KBRI Bern


"Indonesia dengan Swiss tidak ada masalah. Kita bisa ekspor 10.000 ton ke Swiss kuotanya mereka menerima untuk Cokelat olahannya dan masih banyak lagi," kata Muliaman saat berkunjung ke CNBC Indonesia, Kamis (16/1/2020).

Ia menjelaskan, Swiss bisa menjadi gerbang masuknya CPO dari Indonesia ke Eropa. Walaupun ramai soal black campaign, pada dasarnya Eropa masih butuh CPO dan Swiss bisa jadi pintu.

Muliaman mengungkapkan, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan dengan Swiss. Data Swiss Federal Customs Administration, nilai perdagangan Indonesia Swiss tahun 2018 mencapai US$ 1,4 miliar dengan nilai ekspor Indonesia US$ 910 juta dan impor dari Swiss US$ 505 juta.

"Potensi ke depan masih besar antara RI dan Swiss. Apalagi soal emas. Mereka dominan masih impor emas dari Indonesia. Selain itu kopi," papar Muliaman.




[Gambas:Video CNBC]






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading