Besok AS-China Deal! IHSG Nyaman di Zona Hijau

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
14 January 2020 09:23
Pada pukul 09:05 WIB, apresiasi indeks saham acuan di Indonesia tersebut sudah bertambah lebar menjadi 0,26% ke level 6.313,03.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan kedua di pekan ini, Selasa (14/1/2020), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,2% ke level 6.308,89. Pada pukul 09:05 WIB, apresiasi indeks saham acuan di Indonesia tersebut sudah bertambah lebar menjadi 0,26% ke level 6.313,03.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga mengawali perdagangan hari ini di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei naik 0,5%, indeks Shanghai terapresiasi 0,16%, indeks Hang Seng menguat 0,67%, indeks Straits Times terkerek 0,32%, dan indeks Kospi bertambah 0,62%.



Aura damai dagang AS-China yang kian terasa menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning. Melansir CNBC International, AS dan China dijadwalkan untuk menandatangani kesepakatan dagang tahap satu pada hari Rabu (15/1/2020) di AS.

Sebelumnya pada pekan lalu, China mengumumkan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He akan berkunjung ke Washington pada pekan ini untuk meneken kesepakatan dagang tahap satu.

"Karena undangan dari AS, Liu He akan memimpin delegasi ke Washington dari tanggal 13 hingga 15 Januari untuk menandatangani perjanjian fase I," kata Menteri Pertanian China Gao Feng, sebagaimana dikutip dari AFP.


Sebelumnya lagi, tanda-tanda bahwa kesepakatan dagang tahap satu akan bisa diteken pada pekan ini juga sudah sempat terasa. Melansir Global Times, AS dan China berada di jalur yang tepat untuk meneken kesepakatan dagang tahap satu.

Menurut para sumber dan analis yang diwawancarai oleh Global Times, seremoni penandatanganan kesepakatan dagang kedua negara bisa diselenggarakan pada pekan ini.

Sebagai informasi, Global Times merupakan media yang dimiliki dan dijalankan oleh Partai Komunis sehingga informasi yang diberikan terkait perkembangan perang dagang AS-China memang biasanya akurat.


Sejauh ini, AS sudah mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk impor asal China sekitar US$ 360 miliar, sementara China membalas dengan bea masuk tambahan terhadap produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Sejauh ini, AS dan China masih merupakan dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi. Ketika keduanya bisa meneken kesepakatan dagang tahap satu, arus perdagangan dan investasi dunia bisa pulih. Hal ini praktis menjadi kabar positif bagi bursa saham dunia.

Pada pukul 10:00 WIB, data perdagangan internasional China periode Desember 2019 akan dirilis. Pada pukul 14:00 WIB, data realisasi penanaman modal asing/foreign direct investment (FDI) China periode 2019 akan diumumkan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]




(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading