Internasional

AS-China Teken Damai Dagang, Ini Poin Pentingnya!

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
16 January 2020 06:30
AS-China Teken Damai Dagang, Ini Poin Pentingnya!
Jakarta, CNBC IndonesiaAmerika Serikat dan China baru saja meneken perjanjian damai Fase I, yang meredakan ketegangan sementara kedua negara. Perjanjian ini diteken oleh AS dan China di Gedung Putih, Washington, Rabu (15/1/2020) waktu setempat.

Lalu apa saja detail isi perjanjian tersebut?


Berikut beberapa poin penting sebagaimana dikutip dari CNBC International.


1. AS meminta China untuk membuat semacam "Rencana Aksi" untuk memperkuat proteksi terhadap kekayaan intelektual. Hal ini harus diberikan 30 hari sejak perjanjian ditanda-tangani. Proposal ini akan mencakup langkah-langkah yang akan diambil China untuk melaksanakan kewajibannya. Termasuk detil tanggal langkah tersebut berlaku.
2. Perusahaan harus beroperasi tanpa kekuatan atau tekanan dari pihak lain untuk mentransfer teknologi mereka. Transfer teknologi harus didasarkan pada syarat yang bersifat sukarela dan mencerminkan kesepakatan bersama.
3. China akan meningkatkan pembelian barang dan jasa manufaktur, energi, pertanian AS. Setidaknya hingga US$ 200 miliar selama dua tahun
4. Komitmen untuk membasmi maraknya barang palsu
5. Komitmen untuk meningkatkan akses pasar China ke perusahaan jasa keuangan.
6. Menghilangkan label manipulator mata uang ke China.


Sementara itu, berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan AS dan China sudah mengambil langkah penting.

"Hari ini, kami mengambil langkah penting, yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan China, yang akan memastikan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan," kata Trump dikutip dari AFP.

"Bersama-sama, kita (akan) memperbaiki kesalahan masa lalu," kata Trump lagi. "Negosiasi ini sulit bagi kami. Tapi ini terobosan yang sangat luar biasa."

Sayangnya, perjanjian ini tidak memasukkan unsur pemotongan tarif. Trump sebelumnya sempat berujar, hal ini akan dibahas di Fase II perjanjian, setelah Pemilihan Presiden AS November 2020.

Presiden China Xi Jinping juga tidak hadir. Negeri Panda itu diwakilkan oleh Perdana Menteri China Liu He, yang memang memimpin negosiasi selama ini dengan Perwakilan Dagang AS (USTR).

"Kesepakatan ini baik untuk China, untuk AS dan seluruh dunia," ucap Liu membacakan surat Xi kepada Trump.

Ketegangan perdagangan antara China dan AS sudah berlangsung selama dua tahun. Kedua negara saling balas perang tarif pada impor masing-masing.


[Gambas:Video CNBC]







(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading