Skandal Jiwasraya, 8 Manajer Investasi Ini Dicecar Kejagung

Market - Sandi Ferry & Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 January 2020 07:01
Skandal Jiwasraya, 8 Manajer Investasi Ini Dicecar Kejagung
Jakarta, CNBC Indonesia - Babak baru kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus berlanjut. Setelah lima orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) atas dugaan korupsi Jiwasraya, pemeriksaan terhadap saksi-saksi terutama dari perusahaan aset manajemen atau manajer investasi terus dilakukan.

Pada Rabu kemarin (15/1/2020), KejagungĀ melakukan pemeriksaan terhadapĀ enam orang saksi, semuanya dari perusahaan manajer investasi (MI), mereka adalah:
1. Irawan Gunari, Direktur Utama PT Pan Arcadia Capital
2. Ratna Puspitasari - Mantan Marketing PT GAP Asset Management
3.Arifadhi Soesilarto - Mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management
4. Ferro Budhimeilano - Direktur PT Pool Advista Asset Management
5. Frery Kojongian - Direktur Utama PT MNC Asset Management
6. Alex Setyawan WK - Direktur Utama PT Sinar Mas Asset Management





Salah satu saksi pada kasus megaskandal dugaan korupsi Jiwasraya, Direktur Utama Pan Arcadia Capital Irawan Gunari, perusahaan manajer investasi pengelola reksa dana, selesai diperiksa Kejagung pada Rabu sore ini.

Berdasarkan pengamatan CNBC Indonesia, Irawan keluar dari Gedung Bundar Kejagung pada 18.01 WIB. Namun tampak masuk kembali ke dalam gedung Kejagung. Dari pantauan, sosoknya keluar lagi pada 18.09 WIB.

"Maaf maaf saya enggak bisa ngasih [pernyataan], maaf, maaf, maaf saya enggak bisa," tegasnya kepada wartawan.


"Mohon maaf mohon maaf, Nggak ada apa apa, engga ada yang saya katakan. Saya enggak terlibat apa-apa," tegasnya lagi.

Sebelumnya, Direktur Utama Sinarmas Asset Management Alex Setyawan WK juga selesai diperiksa Kejagung. Dia keluar dari Gedung Bundar Kejagung pada pukul 17.30 WIB. Saat keluar gedung Bundar, Alex tampak menggunakan kemeja putih bergaris biru muda.

Sayangnya, dia enggan memberikan keterangan satu kata pun kepada awak media yang sudah menunggu. Termasuk ketika ditanya alasan pemanggilan, objek pertanyaan yang ditanyakan penyelidik hingga berapa lama pemeriksaan.

Pada hari sebelumnya, Selasa (14/1/2020) Kejagung juga sudah melakukan penahanan terhadap lima orang.

Kelimanya adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Usai resmi ditahan, kelimanya akan menjalani penahanan selama 20 hari. Namun untuk tempat penahanannya dipastikan bakal berbeda.
"Proses berikutnya kami masih terus bekerja mengumpulkan alat bukti guna kesempurnaan berkas perkara dan setiap saat kami evaluasi perkembangan perkara," jelas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Adi Toegarisman kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Selain saksi dari 6 perusahaan MI ini, Kejagung menyatakan pada awal Januari bahwa sudah melakukan penggeledahan atas 11 perusahaan MI yang terkait dengan kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Secara total terdapat 13 MI yang terseret dalam kasus ini.

Adi Toegarisman mengatakan penggeledahan yang dilakukan sejak minggu lalu merupakan upaya untuk mendapatkan dokumen untuk memperkuat bukti pemeriksaan kasus di perusahaan milik negara ini.

"Kadiv [kepala divisi] dari beberapa perusahaan yang kita geledah ada 13, 11 di antaranya adalah manajemen investasi [perusahaan MI]," kata Adi di Kejagung, Rabu (8/1/2020).

Dari 11 perusahaan tersebut, Adi menyebutkan empat di antaranya yakni PT Pool Advista Asset Management, PT Corfina Capital, PT Millenium Capital Management dan PT Jasa Capital Asset Management. Adi belum membeberkan nama-nama perusahaan manajer investasi lainnya.

Selain MI, terdapat juga perusahaan sekuritas yang ikut diperiksa atas kasus ini, yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia (kode broker LG di Bursa Efek Indonesia).


Kejagung juga telah melakukan penggeledahan di kantor perusahaan sekuritas anggota bursa (AB) ini dan memanggil direktur utamanya, Stefanus Turangan untuk memberikan kesaksian.

"Pokoknya yang ada kaitannya dengan manajemen investasi kita geledah. ya kita cari dokumen yang berkaitan dengan itu lah. [Hasil temuannya] dokumen-dokumen, perangkat kayak komputer. Ya itu untuk membuktikan," jelas dia.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sinatiar Burhanuddin mengatakan penyidikan tersebut dilakukan untuk memperoleh fakta adanya kegiatan investasi di 13 perusahaan yang melanggar tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Seluruh perusahaan tersebut telah dikirimkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dengan nomor 33/FII/FD2/12/2019 pada 17 Desember 2019.

Foto: Press Conference Jaksa Agung RI terkait Penanganan dan Perkembangan Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya ( Persero ).(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki,)

Menurut Burhanuddin, Jiwasraya diduga melakukan pelanggaran prinsip kehati-hatian karena berinvestasi di aset finansial dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi. Keuntungan tersebut dijanjikan kepada nasabah produk asuransi JS Saving Plan yang merupakan produk bancassurance.

Adapun Jiwasraya juga menempatkan investasi di aset reksa dana sebesar 59,1% senilai Rp 14,9 triliun dari aset finansial.

"Dari jumlah tersebut 2% dikelola oleh perusahaan manajer investasi Indonesia dengan kinerja baik dan sebanyak 95% dikelola oleh MI dengan kinerja buruk," ungkap Burhanuddin, dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading