Harga CPO Turun 1% Hari Ini, Oh Ternyata Ini Sebabnya

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
13 January 2020 11:28
Harga CPO Turun 1% Hari Ini, Oh Ternyata Ini Sebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah ditutup menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah pada perdagangan hari ini. Walau terkoreksi, harga CPO masih berada di rentang harga tertingginya.

Senin ini (13/1/2020), harga CPO kontrak di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) ditransaksikan di level RM 3.101/ton. Jika dibanding posisi penutupan pekan lalu harga CPO kontrak turun 33 ringgit atau terkoreksi 1,05%.

Harga CPO kembali menguat pekan lalu setelah Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) merilis data persediaan minyak sawit yang menggembirakan. Menurut data MPOB persediaan minyak sawit bulan Desember berada di posisi 2,01 juta ton atau level terendah sejak 27 bulan terakhir.



Jika dibanding bulan lalu, persediaan turun 11%. Di saat yang sama produksi minyak sawit Malaysia turun 13,3% menurut keterangan MPOB melansir Reuters. Faktor lain yang juga turut menopang harga CPO tetap kokoh adalah kinerja ekspor yang lebih baik daripada ekspektasi.

"Faktor yang mendongkrak harga adalah perbaikan dari sisi ekspor juga terkait pasokan yang lebih ketat di Malaysia dan Indonesia setidaknya sampai bulan Maret" kata Marcello Culterra, Manager Penjualan Institusional di Phillip Futures, melansir Reuters.

Kinerja ekspor bulan Desember lebih baik dari yang diperkirakan. Ekspor melemah 0,7% menjadi 1,4 juta ton dibanding ekspektasi pasar yang melemah hingga 5,9%.

Selain pasokan yang lebih ketat, tahun 2020 juga diwarnai dengan penguatan pasar domestik. Tahun 2019 Indonesia telah memproduksi biodiesel berbasis minyak sawit mencapai 8,4 juta kiloliter lebih tinggi dari target 7,4 juta kiloliter. Sementara untuk tahun ini RI menargetkan produksi hingga 10 juta kiloliter.


Beralih ke Malaysia, program B20 dikabarkan akan dimulai Februari nanti. Program B20 Malaysia dikabarkan akan menyerap tambahan minyak sawit hingga 500.000 ton.

Hari ini harga CPO mengalami penurunan. Penguatan ringgit Negeri Jiran terhadap dolar AS juga turut memberatkan harga CPO. Ringgit menguat terhadap dolar AS dan mencapai posisi tertinggi akhir Maret 2019.

Kala ringgit menguat terhadap dolar, maka harga CPO jadi lebih mahal untuk pemegang mata uang asing yaitu dolar. Harga yang sudah mahal ditambah penguatan ringgit terhadap AS menjadi ruang untuk terkoreksinya harga CPO.




TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(twg/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading