Roundup

Erick Ungkap Modus BUMN Permak Lapkeu, Saham Gorengan Disorot

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 January 2020 08:38
Erick Ungkap Modus BUMN Permak Lapkeu, Saham Gorengan Disorot

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,01% ke level 6.274,94 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (10/1/2020).

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga bergerak di zona hijau: indeks Nikkei terapresiasi 0,47%, indeks Hang Seng naik 0,27%, indeks Straits Times terkerek 0,27%, dan indeks Kospi bertambah 0,91%. Aura damai dagang AS-China yang kian terasa menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan awal pekan ini, Senin (13/1/2020):




1.Bank Mandiri Salurkan Kredit Sindikasi US$ 3,4 Miliar di 2019
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus meningkatkan penyaluran pinjaman sindikasi untuk perusahaan BUMN maupun swasta.

Sepanjang 2019, perseroan terlibat dalam 34 transaksi sindikasi dengan nilai total loan sindikasi yang di-arranged sebesar US$12,32 miliar. Dari nilai tersebut, porsi pembiayaan yang dikontribusi Bank Mandiri adalah sebesar US$3,4 miliar.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan pihaknya juga aktif memperkuat eksistensi di kancah pasar sindikasi internasional. Jumlah ini pun membuat Bank Mandiri menjadi posisi pertama kategori Mandated Lead Arranger, dan posisi pertama kategori Bookrunner dalam Bloomberg League Table Reports Indonesia Borrower Loans 2019.


2. Erick Thohir Akhirnya Ungkap Modus BUMN Vermak Lapkeu, Duh!
Kasus megaskandal yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir makin memahami permasalahan yang terjadi pada perusahaan BUMN.

Dia menilai, banyak perusahaan BUMN yang berani melakukan mempercantik laporan keuangan (lapkeu) atau yang dikenal window dressing. Padahal, hal ini jelas dilarang karena masuk kategori penipuan.

Erick bahkan menyebut pelakunya bisa terseret ke kasus pidana. "Hari ini yang sering terjadi di BUMN adalah window dressing lapkeu. Jika window dressing lapkeu itu udah masuk tindakan yang bisa [masuk] kriminal," kata Erick di Jakarta, Jumat (10/1/2020).



3.Makin Bengkak, Total Polis Jatuh Tempo Jiwasraya 2020 Rp 16 T
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp 12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp 3,7 triliun.

Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia belum lama ini.

Berdasarkan dokumen tersebut, juga terungkap kinerja terakhir perusahaan asuransi yang berdiri sejak 31 Desember 1859 dengan nama Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859 ini.

Total aset Jiwasraya per September 2019 mencapai Rp 25,68 triliun, sementara total kewajiban mencapai Rp 49,60 triliun.


4.Medco Mau Rilis Surat Utang, S&P Ganjar Rating B+
Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menetapkan peringkat jangka panjang B+ atas rencana penerbitan surat utang senior berdenominasi dolar AS tanpa jaminan (Guaranteed Senior Unsecured Notes) yang akan diterbitkan Medco Bell Pte. Ltd, anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Adapun Medco sendiri memiliki rating B+ dengan prospek stabil. Rencana penerbitan surat ini akan dijamin tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan oleh Medco yang berbasis di Indonesia.

Dalam pengumuman yang disampaikan S&P di laman resminya, peringkat tersebut mencerminkan positifnya minat investasi terhadap Medco karena berhasil mempertahankan produksi serta masih terbukanya peluang pertumbuhan bisnis anorganik perusahaan yang didirikan pengusaha Arifin Panigoro ini.


5.Bersihkan Saham 'Gorengan', BEI Siapkan Aturan Market Maker
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan aturan baru mengenai market maker. Aturan baru ini diharapkan dapat segera rampung pada awal semester kedua tahun ini.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan rancangan aturan ini telah disiapkan sejak akhir tahun lalu dan membutuhkan proses yang cukup panjang lantaran juga harus melakukan penyesuaian terhadap aturan II-A tahun 2018 mengenai Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

"Ini masih dalam tahap awal, sudah dibicarakan dari akhir tahun lalu dengan OJK. Paling cepat awal semester II-2020, karena kita juga akan ubah beberapa aturan terkait perdagangan di II-A," kata Laksono di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).


6.Laba Emiten di 2020 Bisa Tumbuh 8-10%, Begini Alasannya
Laba emiten atau perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini diproyeksikan akan tumbuh di kisaran 8-10%, lebih tinggi dari tahun 2019. Proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih baik dan kondisi eksternal yang stabil jadi stimulus positif.

Wawan Hendrayana, Head of Capital Market Research Infovesta Utama berpendapat, laba emiten bisa tumbuh di kisaran 8-10% dengan perkiraan valuasi price to earnings ratio (P/E) di kisaran 17-18 kali. PER adalah perbandingan harga saham dengan laba bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut dalam setahun.


Beberapa katalis yang sedang dinantikan pasar antara lain adalah rilis kinerja emiten pada triwulan keempat 2019, pembagian dividen yang dijadwalkan pada Maret - April 2020.

Namun, ia menyebut, masih ada sejumlah tantangan laba emiten untuk tumbuh lebih tinggi yakni dari pertumbuhan PDB nasional yang masih berpotensi melambat di tengah meningkatnya ekskalasi perang dagang dan konflik geopolitik.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading