Analisis Teknikal IHSG

Utusan China Bakal Tiba di AS, Mampukah IHSG Menguat?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
13 January 2020 08:33
Utusan China Bakal Tiba di AS, Mampukah IHSG Menguat?

Jakarta, CNBC Indonesia -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penghujung pekan hari Jumat lalu (10/1/2020) bergerak cenderung stagnan dengan penguatan tipis 0,007% ke level yang sama hari sebelumnya, Kamis, yakni 6.274.

Untuk perdagangan hari in Senin (13/1/2020), Tim Riset CNBC Indonesia memprediksi IHSG akan kembali menguat dengan potensi pergerakan berada pada rentang 6.250 hingga 6.300.

Dari bursa Wall Street rata-rata Jumat lalu ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,46% atau 133 poin, indeks S&P 500 terpangkas 0,29% atau 9 poin, dan Nasdaq minus 0,27% atau 24 poin. Langkah bursa AS sedikit terganjal oleh data ketenagakerjaan yang di bawah ekspektasi pelaku pasar.


Mengutip CNBC International, Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (10/1/2020) mengumumkan bahwa pertumbuhan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non farm payrolls/NFP) pada Desember hanya 145 ribu orang, turun dalam jika dibandingkan pertumbuhan November yang mencapai 256 ribu orang.


Angka tersebut di bawah prediksi pasar yang dihimpun Refinitiv (Reuters) yang memperkirakan bahwa ada pertumbuhan tenaga kerja baru sebanyak 165 ribu orang bekerja.

Akan tetapi ada kabar baik yang berpotensi berpengaruh positif terhadap bursa global, China mengumumkan Wakil Perdana Menteri Liu He akan berkunjung ke Washington guna meneken kesepakatan dagang tahap satu. Kesepakatan dagang parsial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/01/2020).

"Karena undangan dari AS, Liu He akan memimpin delegasi ke Washington dari tanggal 13 hingga 15 Januari untuk menandatangani perjanjian fase I," kata Menteri Pertanian China Gao Feng, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (9/1/2020).

Dari dalam negeri, data penjualan ritel yang pertumbuhannya kurang diharapkan juga berpengaruh terhadap kinerja IHSG sehingga mempengaruhi kinerja sektor konsumer yang ditutup dengan koreksi 0,32%.

Bank Indonesia (BI) pada Jumat (10/1) lalu mengumumkan penjualan ritel November 2019 tumbuh 1,3% (Year on Year/YoY), lebih lambat dari pertumbuhan Oktober 2019 sebesar 3,6%. Pengumuman survei penjualan yang dilakukan BI biasanya lebih lambat 1 bulan dibandingkan data lainnya.



Secara teknikal, IHSG cenderung bergerak fluktuatif dengan turun mendekati rata-rata nilainya (moving average/MA) selama lima hari (MA-5) yang berada di level 6.270.

Potensi penguatannya tetap ada karena IHSG belum bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam 5 hari (MA5) terakhir. Selain itu IHSG belum menyentuh level jenuh belinya (overbought) menurut indikator teknikal RSI.

Sumber: Refinitiv


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading