Makin Bengkak, Total Polis Jatuh Tempo Jiwasraya 2020 Rp 16 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 January 2020 06:39
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki kewajiban jatuh tempo polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp 12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp 3,7 triliun.

Dengan demikian total kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan dalam waktu dekat mencapai Rp 16,13 triliun. Besaran dana tersebut terungkap dalam Dokumen Penyelamatan Jiwasraya yang diperoleh CNBC Indonesia belum lama ini.

Berdasarkan dokumen tersebut, juga terungkap kinerja terakhir perusahaan asuransi yang berdiri sejak 31 Desember 1859 dengan nama Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859 ini.



Total aset Jiwasraya per September 2019 mencapai Rp 25,68 triliun, sementara total kewajiban mencapai Rp 49,60 triliun.


Rincian Total Aset Jiwasraya per September 2019

Ikhtisar

Per September 2019 (Rp T)

Aset Reasuransi

0,68

Aset Lancar

0,53

Aset Tetap

1,96

Aset Lainnya

0,33

Aset Investasi

22,17

Total Aset

25,68



Rincian Total Liabilitas Jiwasraya per September 2019

Ikhtisar

Per September 2019 (Rp T)

LMPMD-UL

0,53

Utang Klaim

9,99

LMPMD Non UL

3,87

PYBMP

0,05

Liabilitas Lainnya

3,87

Total Liabilitas

49,60

Ket: LMPMD (Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan, UL (Unit link), PYBMP (Premi yang Belum Merupakan Pendapatan).


Khusus pos utang klaim di tabel nomor dua di atas, disebutkan bahwa angka Rp 9,9 triliun adalah utang klaim Saving Plan dan produk lainnya.

Adapun terjadi ekuitas negatif sebesar Rp 20,2 triliun dan rasio kecukupan modal atau risk based capital(RBC) Jiwasraya minus hingga 664,4% per Juni 2019. Namun pada September 2019, ekuitas negatif membengkak lagi menjadi Rp 23,92 triliun.

Padahal berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa modal minimum (RBC) yang harus dipenuhi oleh perusahaan asuransi baik umum atau jiwa adalah 120%.


RBC adalah rasio solvabilitas yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan asuransi. Jika RBC kian besar, semakin sehat pula kondisi finansialnya.

Dokumen itu menyebutkan, untuk meningkatkan nilai RBC sampai 120%, maka jumlah dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 32,89 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari kebutuhan pemenuhan RBC sebesar Rp 2,89 triliun dan adanya total ekuitas setelah terjadi impairment assetyakni sebesar Rp 30,13 triliun. Impairment assetadalah penurunan nilai aset karena nilai tercatat aset (carrying amount) melebihi nilai yang akan dipulihkan.


[Gambas:Video CNBC]

Erick Tegaskan Pemerintah Tak Akan 'Lari'
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading