Ternyata Ini Alasan Bursa Saham Sepi di Awal Tahun!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 January 2020 19:01
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan rendahnya nilai transaksi harian sepanjang awal tahun ini disebabkan karena beberapa faktor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan rendahnya nilai transaksi harian sepanjang awal tahun ini disebabkan karena beberapa faktor. Salah satunya karena investor global yang mulai menghindari aset berisiko tinggi, terutama di emerging market di tengah ketegangan Amerika dan Iran beberapa waktu terakhir.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan terdapat beberapa faktor, yakni faktor secara historical, faktor global dan sentimen hubungan Indonesia dan China terkait Natuna beberapa waktu lalu.

"Dunia in general lagi risk off, mengurangi risiko investasi di emerging market dari sudut pandang investor asing, kalau kita liat perkembangan bursa di luar AS [Amerika Serikat] ya," kata Laksono di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).



Dia menjelaskan, secara historical rata-rata nilai transaksi hari di bursa sepanjang dua minggu pertama awal tahun memang cenderung lebih rendah karena broker dan manajer investasi belum beroperasi penuh.

Ketegangan politik antara Amerika dan Iran juga menjadi salah satu pertimbangan investor untuk masih kembali ke pasar di negara berkembang. Belum lagi hubungan Indonesia dan China di Natuna yang juga menjadi salah satu sentimen yang dipertimbangkan oleh pelaku pasar.

"Impact dari kasus Jiwasraya mungkin ada, tapi historically [value saham 'gorengan' sebesar] 8,3% [dari total nilai transaksi 2019] tapi ga gitu-gitu amat," imbuhnya.

Namun demikian, tahun ini bursa optimis dapat mencatatkan nilai rata-rata transaksi harian (RNTH) senilai Rp 9,5 triliun. Naik dari RNTH sepanjang 2019 yang mencapai Rp 9,1 triliun.

Hal tersebut didasarkan pada optimisme sejumlah broker asing yang tahun ini justru menganggap pertumbuhan positif di pasar negara berkembang.


Selain itu, tahun ini bursa juga meyakini aktivitas pencatatan saham (initial public offering/IPO) akan lebih baik ketimbang tahun lalu, baik dari segi jumlah maupun kualitas perusahaannya. Pertumbuhan jumlah investor baru juga dibidik lebih tinggi dibanding 2019.

Sebagai gambaran, pada perdagangan hari ini nilai transaksi harian di bursa hanya mencapai Rp 7,26 triliun, jumlah ini meningkat tipis dari akhir perdagangan kemarin Kamis (9/1/2020) yang senilai Rp 6,51 triliun. Sedangkan secara year to date (ytd) baru mencapai Rp 5,79 triliun.

[Gambas:Video CNBC]






(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading