Jokowi: Jangan Lagi RI Ekspor CPO Terus-Terusan!

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
10 January 2020 16:33
Jokowi mengatakan Indonesia punya sumber daya sawit yang besar dan bisa membantu untuk mengurangi defisit neraca perdagangan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil) dihentikan dan membuat industri hulu yang bisa menyerap produksi CPO nasional. Jokowi mengatakan Indonesia punya sumber daya sawit yang besar dan bisa membantu untuk mengurangi defisit neraca perdagangan.

"Jangan lagi kita ekspor CPO secara terus-terusan. Bikin menjadi barang jadi. Kalau tidak kita akan terus dimain-mainkan oleh negara lain. Uni Eropa mengeluarkan isu lingkungan untuk menyerang sawit kita," kata Jokowi, dalam HUT 47 dan Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Jokowi memaparkan Indonesia memiliki 13 juta hektare luas lahan perkebunan sawit. Jumlah produksi CPO Indonesia mencapai 46 juta ton per tahun, yang merupakan jumlah produksi terbesar di dunia.

Presiden menambahkan jika Eropa tidak membeli CPO Indonesia, sudah tidak menjadi masalah untuk Indonesia. Pasalnya Indonesia sudah bisa memproduksi biodiesel B20 dan B30 pada 2020.


"Itu karena Eropa memproduksi minyak bunga matahari. Eropa tidak beli tidak apa-apa. Kita sekarang sudah produksi B20 dan B30. Kita pakai sendiri saja," kata Jokowi.

Dengan menggunakan B30, kata Jokowi, deivisa Indonesia bisa dihemat Rp 110 triliun. "Kalau sudah B50 kita sudah tidak bisa hitung. Mungkin bisa hemat Rp 200 triliun. Yang riset siapa? Oleh profesor-profesor di ITB. Bukan dari negara lain. Memang lama, sudah lama diriset namun untuk masuk ke industri, masuk ke hitung2an ekonomi memang baru 2-3 tahun yang lalu ketemunya. Lha kalau ini semua bisa masuk ke B100 saya tak bisa bayangkan bahwa kita sudah tidak impor minyak lagi. Semua yang kita pakai adalah biodiesel," tambah Jokowi.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading