Garuda Batal Terbitkan Surat Utang Rp 12,6 T, Ada Apa?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 January 2020 09:58
Garuda Batal Terbitkan Surat Utang Rp 12,6 T, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membatalkan rencana menerbitkan intrumen surat utang senilai US$ 900 juta atau setara Rp 12,6 triliun.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Garuda, pembatalan ini mempertimbangkan belum tersedianya laporan keuangan penelahaan terbatas atau limited review sampai dengan tanggal pelaksanaan RUPS.

"Perseroan saat ini masih melakukan pengkajian alternatif pendanaan lain untuk memastikan tetap terealisasinya tujuan refinancing utang jatuh tempo," tulis pengumuman yang ditandatangani Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Fuad Rizal, dikutip Senin (6/02/2020).

Seperti dituliskan sebelumnya, Garuda Indonesia menyiapkan tiga opsi menghimpun pendanaan senilai US$ 900 juta atau sekitar Rp 12,6 triliun untuk membayar utang jatuh tempo perseroan.


Per 31 Desember 2018, Garuda tercatat memiliki utang jatuh tempo dalam setahun sebesar US$ 1,63 juta, sedangkan utang jatuh tempo di atas satu tahun senilai US$77 juta.

Mengingat rencana transaksi tersebut melebihi dari 50% total ekuitas perseroan, maka manajemen Garuda akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 22 Januari 2020.

Dalam informasi yang disampaikan manajemen kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/12/2019) ketiga opsi pendanaan tersebut yakni melalui penerbitan global sukuk, penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dan melalui peer to peer lending.

Opsi pertama, perseroan berencana menerbitkan global sukuk dengan jumlah maksimal US$ 750 juta. Tanggal jatuh tempo global sukuk paling lambat 2024.

Selanjutnya, perusahaan dengan kode saham GIAA ini bakal menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam mata uang dollar AS maksimal senilai US$ 750 juta.

Opsi terakhir yang akan ditempuh perseroan adalah pinjaman dari peer to peer lending dengan nilai maksimal US$ 500 juta. Tingkat suku bunga masih dinegosiasikan dan tempo pembayaran bunga rencananya akan dibayarkan setiap tiga bulan. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading