Jenderal Soleiman Terbunuh, RI Desak AS & Iran Tahan Diri

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
04 January 2020 11:39
Kedua belah pihak, diminta untuk menahan diri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia angkat bicara mengenai meningginya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kedua belah pihak, diminta untuk menahan diri.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, melalui pernyataan yang dirilis di laman resmi kemlu.go.id menyikapi situasi yang terjadi di Timur Tengah, seperti dikutip Sabtu (4/1/2020).

"Indonesia prihatin dengan situasi yang meningkat di Irak," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri.


"Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi lebih lanjut,"

Pemerintah pun meminta seluruh warga negara Indonesia yang berada di kawasan Irak untuk tetap berhati-hati atas insiden yang terjadi, dan segera menghubungi duta besar setempat jika membutuhkan bantuan.

"Silahkan hubungi Kedutaan Besar Indonesia jika membutuhkan bantuan segera, Hotline Kedutaan Besar Indonesia di Baghdad adalah +9647500365228," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Tensi geopolitik antara AS dan Iran semakin memanas setelah negeri Paman Sam melancarkan serangan udara yang menyebabkan Jenderal Qassem Soleimani terbunuh.

Qasem merupakan pimpinan dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran, Revolutionary Guards. Ia dikabarkan tewas dalam serangan di Baghdad, Irak.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah menegaskan tidak mencari perubahan pola kepemimpinan baru di Iran. Namun, negeri Paman Sam juga tak ragu melakukan apapun yang diperlukan apabila Iran memberikan ancaman.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Trump, satu hari sebelum Washington meluncurkan serangan udara yang menewaskan Qasem Soleimani, seorang jenderal pimpinan negara tersebut.

"Kami mengambil tindakan untuk menghentikan perang," kata Trump dalam sebuah pidato perdana pasca insiden tersebut di stasiun televisi, dikutip CNBC.com, Sabtu (4/1/2020).

"Kami tidak mengambil tindakan [meluncurkan serangan udara] untuk memulai sebuah perang. Soleimani menjadikan kematian orang-orang tak berdosa sebagai hasrat miliknya," jelas Trump.

"Kami menangkapnya dan menghentikannya," tegas Trump, yang tidak membuka satupun tanya jawab dengan awak media terkait pernyataannya di resort miliknya, Florida.

[Gambas:Video CNBC]


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading