Iran Bakal Serang Kilang di Timteng, Harga Minyak To The Moon

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
04 January 2020 09:52
Iran Bakal Serang Kilang di Timteng, Harga Minyak To The Moon
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah naik 3% kemarin seiring dengan pengakuan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yaitu Pentagon tentang serangan udara di Bandara International Baghdad yang menewaskan jenderal Iran.

Pernyataan Pentagon juga meningkatkan kekhawatiran terhadap membesarnya konflik antara dua negara yang dapat menganggu produksi minyak di daerah itu ke depannya.

Militer AS mengambil "aksi defensif tegas untuk melindungi personel AS dengan membunuh Qasem Soleimani," ujar pernyataan Departemen Pertahanan pada Kamis malam. Departemen itu menyatakan aksi itu merupakan arahan dari presiden AS.

Harga minyak Brent yang menjadi acuan internasional naik US$ 2,42 (3,6%) menjadi US$ 68,67 per barel setelah sempat ditransaksikan hingga US$ 69,5/barel. Di sisi lain, harga minyak WTI juga naik dengan besaran US$ 1,87 (3%) menjadi US$ 63,05/barel setelah sempat ditransaksikan pada US$ 64,09/barel, tertinggi sejak April.


Serangan itu dinyatakan dapat "memprovokasi tindakan balasan signifikan" dari Iran dan juga dari milisi Irak yang didukung Iran, ujar Matthew Bey, analis global seinor di Stratfor, kutip CNBC.com.

"Iran diprediksi akan melancarkan serangan balasan dengan menyerang infrastruktur industri minyak di Teluk Persia dan daerah Timur Tengah lain," tutur Bey.

Menurut dia, Teheran juga mempertimbangkan serangan ke infrastruktur minyak milik Arab Saudi jika tensi memanas di area itu, dan sudah memiliki kapabilitas dan kemauan untuk menyerang titik penting yang dapat "memakan waktu untuk dibangun kembali" di Arab Saudi.

Soleimani adalah pimpinan unit pasukan khusus Tentara Revolusi Iran yang dibunuh bersama dengan wakil komandan milisi Irak bernama Pasukan Mobilisasi Populer (al-Hashd ash-Sha╩┐bi) yang didukung Iran bernama Abu Mahdi al-Muhandi.

Dia adalah tokoh kunci di perpolitikan Iran dan menjadi pihak yang disalahkan oleh AS atas serangan Kedutaan Besar AS di Baghdad.

"Hal itu adalah reaksi spontan karena semua orang mempertanyakan bagaimana Iran akan membalas, dan saya menilai hal itu yang membuat harga minyak naik 3% atau 4%" ujar Amrita Sen dari Energy Aspects dalam acara CNBC "Worldwide Exchange."

[Gambas:Video CNBC]


Menurut dia, risiko riil adalah langkah balasan Iran. Kami sudah melihat apa yang bisa mereka lakukan di Arab Saudi, apakah itu akan terjadi lagi, akankah ada serangan lain pada fasilitas milik Arab Saudi.

Dia memprediksi serangan balasan akan "memakan beberapa waktu", dan di antara waktu itu harga minyak dapat berbalik dari penguatannya.


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading