Skandal Jiwasraya: 'Jangan Dibailout Seperti Bank Century!'

Market - Rahajeng Kusuma Hastuti, CNBC Indonesia
19 December 2019 06:22
Skandal Jiwasraya: 'Jangan Dibailout Seperti Bank Century!'
Jakarta, CNBC Indonesia - Persoalan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah masuk ke Kejaksaan.

Hal ini mencuat setelah terjadi gagal bayar polis produk asuransi JS Saving Plan milik nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) senilai Rp 12,4 triliun terus mengemuka dan mendapat sorotan publik. Polis ini sedianya jatuh tempo mulai Oktober-Desember 2019 tapi manajemen mengungkapkan belum bisa melakukan pembayaran.


Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan adanya pelanggaran prinsip kehati-hatian. Misalnya, investasi pada aset yang berisiko tinggi demi mengejar high return.


"Sebagai akibat Jiwasraya, sampai Agustus 2019 menanggung potensi kerugian Rp 13,7 triliun," papar Burhanuddin.

"Ini perkiraan awal, dan diduga akan lebih dari itu. Itu yang kami sampaikan," tegas Burhanuddin lebih jauh.

Nah, Pengamat Perasuransian yang pernah menjadi Ketua Dewan Asuransi Hotbonar Sinaga mengungkapkan bailout atau penyelamatan Jiwasraya menggunakan APBN adalah hal yang mustahil.

"APBN kita defisit, tidak mungkin dibailout. Kalau memberikan PMN [Penyertaan Modal Negara] sama saja dengan menggarami air laut," kata Hotbonar di CNBC Indonesia TV.


Ia memaparkan, untuk bisa menyelesaikan kasus Jiwasraya harus ada urutan prioritas. Pertama, menyelesaikan keluhan korban melalui penyehatan Jiwasraya.

"Terutama yang klaim-klaimnya tidak bisa dibayar Jiwasraya," kata Hotbonar.

"Kedua, penegakan hukum, kita cari solusi pertama penyelesaian korban untuk penyehatan, penyehatan yang sifatnya subjektif diserahkan pada pihak berwenang," tegasnya.

Hotbonar menambahkan Direksi kala itu harus bertanggungjawab penuh. Pasalnya langkah Direksi sangatlah merugikan nasabah.

Bahkan ia mengatakan kasus Jiwasraya layaknya Bank Century. "Ada kesamaannya, yakni merugikan nasabah. Kalau bicara Century kan merugikan nasabah dan sekuritas juga terlibat."

"Ini tanggung jawab OJK juga, sebagai regulator di perbankan dan jasa asuransi dan keuangan non bank lainnya," katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(dru/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading