Newsletter

Tinggal 7 Hari, Akankah Semesta Mendukung Penguatan IHSG?

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
18 December 2019 06:48

Jakarta, CNBC Indonesia - Genap sudah 3 hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengecap penguatan karena didukung oleh semesta yang sedang mendukung, terutama dari gencarnya sentimen dari damai dagang yang masih menaungi pasar keuangan dunia sejak akhir pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,19% ke level 6.223,44. Penguatan IHSG kemudian sempat mereda bahkan tercelup sebentar di zona merah hingga terkoreksi 0,1% ke level 6.205,63.


Setelah tak lagi terkoreksi, indeks terus melaju dan menguat dengan nyaman di jalur hijau dan menguat tipis saja yakni sebesar 0,02% ke level 6.212,97 pada jeda makan siang. Pada sesi dua, IHSG kembali melaju dengan nyaman di zona hijau dan ditutup dengan hentakan di akhir perdagangan hingga naik 0,53% ke level 6.244,35. Apresiasi IHSG pada hari ini menandai penguatan beruntun di hari ketiga.


 


Enam dari sembilan indeks sektoral menopang penguatan IHSG, dan sektor yang paling mendukung hijaunya indeks kemarin adalah sektor keuangan dan industri dasar. Sumbangan poin pergerakan dari sektor keuangan begitu signifikan dan mencolok dibandingkan dengan sektor lain, terlihat dari poin dukungan ke IHSG yaitu 16,78% dibanding sektor industri dasar 7,3%.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendongkrak kinerja IHSG di antaranya adalah PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+2,2%), PT Bayan Resources Tbk/BYAN (+13,81%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk/CPIN (+3,03%), PT Kalbe Farma Tbk/KLBF (+3,81%), dan PT Barito Pacific Tbk/BRPT (+2,14%).

 

Indeks Sektoral

Poin ke IHSG (%)

Pergerakan (%)

Keuangan

16.78

0.79

Industri Dasar

7.3

1.06

Barang Konsumsi

6.43

0.64

Pertambangan

4.39

1.38

Infrastruktur-telekomunikasi

4.51

0.21

Agribisnis

0.41

0.53

Perdagangan

-0.64

-0.13

Properti-konstruksi

-1.45

-0.34

Aneka Industri

-1.61

-0.51

 

Emiten

Poin ke IHSG (%)

Bank Central Asia Tbk, PT

15.32

Bayan Resources Tbk, PT

5

Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT

2.94

Kalbe Farma Tbk, PT

2.52

Barito Pacific Tbk, PT

2.39

 

Emiten

Poin ke IHSG (%)

Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT

-2.52

Transcoal Pacific Tbk, PT

-1.23

Bank Danamon Indonesia Tbk, PT

-1.21

Astra International Tbk, PT

-0.9

Medco Energi Internasional Tbk, PT

-0.72

Sumber: Diolah.


Penguatan di pasar saham domestik itu seiring dengan perkembangan positif terkait negosiasi dagang AS-China. Menjelang akhir pekan kemarin, AS dan China mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mencapai kesepakatan dagang tahap satu yang sudah begitu dinanti-nantikan pelaku pasar saham dunia.

Dengan adanya kesepakatan dagang tahap satu tersebut, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk impor asal China pada tanggal 15 Desember. Untuk diketahui, nilai produk impor asal China yang akan terdampak oleh kebijakan ini mencapai US$ 160 miliar.

Hijaunya IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona hijau. Indeks Nikkei di Jepang terapresiasi 0,47%, indeks Shanghai di China melonjak 1,27%, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,22%, dan indeks Kospi di Korsel naik 1,27%.

Tak sampai di situ, Trump mengatakan bahwa bea masuk bagi senilai US$ 120 miliar produk impor asal China yang sebesar 15% nantinya akan dipangkas menjadi 7,5% saja sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu. Di sisi lain, China membatalkan rencana untuk mengenakan bea masuk balasan yang sedianya disiapkan guna membalas bea masuk dari AS pada hari Minggu.

Masih sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu, China akan meningkatkan pembelian produk agrikultur asal AS secara signifikan. Trump menyebut bahwa China akan segera memulai pembelian produk agrikultur asal AS yang jika ditotal akan mencapai US$ 50 miliar.

Lebih lanjut, kesepakatan dagang tahap satu AS-China juga akan membereskan komplain dari AS terkait pencurian hak kekayaan intelektual dan transfer teknologi secara paksa yang sering dialami oleh perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam.

Selain karena perkembangan positif terkait negosiasi dagang AS-China, apresiasi bursa saham Benua Kuning juga ditopang oleh rilis data ekonomi China yang menggembirakan.

Di awal pekan (16/12/2019), produksi industri di Negeri Panda periode November 2019 diumumkan naik 6,2% secara tahunan, mengalahkan konsensus yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5% saja, seperti dilansir dari Trading Economics.

Kemudian, penjualan barang-barang ritel periode yang sama tumbuh sebesar 8%, lebih tinggi dari konsensus yang sebesar 7,6%.

Terakhir, rilis data ekonomi AS yang menggembirakan ikut memantik aksi beli di bursa saham Asia. Kemarin, pembacaan awal atas angka Manufacturing PMI periode Desember 2019 versi Markit diumumkan di level 52,5.

Sebagai informasi, angka di atas 50 berarti aktivitas manufaktur membukukan ekspansi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara angka di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

Indeks Saham AsiaPerubahan (%)
Shanghai Composite | China1.27
Kospi | Korsel1.27
Hang Seng | Hong Kong 1.22
IHSG | Indonesia0.53
Nikkei | Jepang0.47
Straits Times | Singapura-0.16
Sumber: Refinitiv

[Gambas:Video CNBC]

Pergerakan Pasar Keuangan Eropa dan Dunia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading