Soroti Kebijakan The Fed, Bos BEI: Berpengaruh ke Investasi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
10 December 2019 10:31
Soroti Kebijakan The Fed, Bos BEI: Berpengaruh ke Investasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno mengatakan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menjadi perhatian investor. Kebijakan The Fed memangkas suku bunga sebanyak 3 kali selama 2019, yang diiikuti oleh banyak bank sentral lainnya, sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi global termasuk Indonesia.

"Ini akan berpengaruh pada aktivitas ekonomi global dan Indonesia serta berdampak pada kepercayaan iklim investasi di dalam negeri," kata Inarno di Gedung BEI Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Pada tanggal 10-12 Desember, The Fed menggelar pertemuan untuk kembali menentukan tingkat suku bunga acuan. Mengingat data ekonomi akhir-akhir ini tidak terlalu buruk banyak yang meramal The Fed akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada kisaran 1,5%-1,75%, melansir Reuters.

Inarno juga mengatakan saat ini ketidakpastian dan risiko ekonomi global terus terjadi. "Isu perang dagang masih terjadi di dua dengan kekuatan ekonomi terbesar, Tiongkok dan AS. Dampak dari perang dagang yang sedang berjalan hampir 2 tahun terakhir mulai memberikan dampak negatif pada ekonomi dunia terutama kegiatan industri manufaktur dan investasi di berbagai negara," tambah Inarno.


Terkait perang dagang, Asisten Menteri Perdagangan China Ren Hongbin mengatakan pada hari Senin bahwa Beijing berharap untuk membuat kesepakatan dengan AS "sesegera mungkin. Komentar Ren muncul setelah data menunjukkan ekspor China turun pada bulan November menandai penurunan empat bulan berturut-turut.

Larry Kudlow, penasihat ekonomi Gedung Putih, mengatakan kepada CNBC pada hari Jumat bahwa kedua belah pihak semakin "dekat" dengan kesepakatan. Bahkan Larry menyebut lebih dekat dengan kesepakatan dibaning pertengahan November lalu. Namun ia menyarankan agar Trump siap mundur dari perundingan jika kondisi tertentu tidak terpenuhi.

AS dan China telah memberlakukan tarif pada berbagai produk barang impor yang bernilai miliaran dolar sejak awal 2018. Tak dapat dipungkiri dampaknya memang besar. Volume perdagangan terkontraksi dan memburuknya sentimen bisnis dan konsumen.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi AS juga mengalami perlambatan. Terakhir pembacaan angka pertumbuhan ekonomi AS triwulan III direvisi naik menjadi 2,1% setelah sebelumnya berada di 1,9%. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading