Lebih Parah dari IHSG, Bursa Saham Asia Juga Merah Membara

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
04 December 2019 17:59
Lebih Parah dari IHSG, Bursa Saham Asia Juga Merah Membara
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia merah membara pada penutupan perdagangan hari ini (4/12/2019) seiring dengan meningkatnya pesimisme investor atas hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Hang Seng mencatatkan koreksi paling dalam hingga 1,25%, disusul indeks Nikkei yang anjlok 1,05%, indeks Kospi terkoreksi 0,73%, indeks Straits Times turun 0,42%, danĀ indeks Shanghai melemah 0,23%.

Pasar saham negara-negara Benua Kuning diterpa aksi jual setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru untuk menekan kesepakatan dagang dengan China. Bahkan hal itu bisa menunggu hingga pemilihan umum (pemilu) presiden AS tahun depan.


"Saya tidak punya tenggat waktu, tidak. Bahkan, saya senang dengan ide menunggu sampai setelah Pemilu untuk mencapai kesepakatan dengan China. Namun mereka (China) ingin ada kesepakatan sekarang, jadi kita lihat saja," ungkap Trump kepada para jurnalis di London, seperti diberitakan Reuters.


Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross mengatakan yang menjadi fokus utama Washington adalah mencapai kesepakatan dagang yang layak, tidak peduli apakah akan terjadi di Desember ini atau Desember tahun depan.

"Poin yang dia (Trump) coba sampaikan adalah kita perlu kesepakatan yang layak, dan apakah itu terjadi Desember ini atau Desember mendatang, atau tanggal lain, lebih tidak penting daripada mendapatkan kesepakatan yang tepat," ujar Ross.

Saat ini dialog dagang terus berlanjut di level staf, namun tidak di level tinggi. Ross menambahkan bahwa pengenaan bea masuk atas produk impor China senilai US$ 156 miliar pada 15 Desember 2019 akan berlaku efektif jika tidak ada perkembangan signifikan terkait perjanjian damai dagang.

Merujuk informasi dari salah satu sumber yang paham terkait dialog dagang, perdebatan masih seputar penghapusan tarif atas produk impor asal China dan berapa banyak tambahan produk pertanian AS yang akan dibeli Negeri Tiongkok, dilansir CNBC International.

Sementara itu, Global Times (tabloid yang berafiliasi dengan pemerintah China), memberitakan bahwa Beijing akan segera merilis daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, di mana perusahaan atau institusi akan diberikan sanksi jika terbukti mengganggu kepentingan China, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, salah satu pejabat China menyampaikan kepada Reuters di bulan Oktober bahwa daftar tersebut akan diumumkan ketika situasi dagang dengan AS berada di kondisi "paling tegang."


Di lain pihak, indeks Hang Seng menjadi top losers pada perdagangan hari ini, karena tidak hanya ditekan sentimen perang dagang AS-China, tapi juga rilis data domestik yang mengecewakan.

Angka PMI versi Markit bulan November kembali terkontraksi ke level 38,5, dari sebelumnya 39,3 di bulan Oktober. Ini merupakan perolehan terendah sejak April 2003, dilansir Trading Economics.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading