Hary Tanoe Caplok Mayoritas Saham LINK, Berapa Nilainya?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
02 December 2019 17:46
Hary Tanoe Caplok Mayoritas Saham LINK, Berapa Nilainya?

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) resmi mengakuisisi mayoritas saham perusahaan kompetitornya di bisnis internet protocol television yakni PT Link Net Tbk (LINK) dari PT First Media Tbk (KBLV) dan Asia Link Dewa.

"Perseroan sudah menekan term sheet untuk menjajaki akuisisi mayoritas saham Link dari First Media dan Asia Link," kata Direktur Utama IPTV Ade Tjendra, dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/12/2019).

Namun pihaknya belum menyebutkan detail rencana transaksi tersebut kapan akan diselesaikan, bersama dengan besaran saham dan nilainya.

Ade menjelaskan akuisisi ini akan menciptakan berbagai sinergi dalam konten, infrastruktur jaringan, kapasitas bandwidth, dan lainnya yang akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan.



"Belum ada dampak kejadian atas informasi ara fakta material tersebut," katanya.

Dia mengatakan keberhasilan aksi korporasi ini akan tergantung pada proses uji tuntas atau due diligence, pemenuhan kondisi tertentu lainnya, pembiayaan dan penandatanganan perjanjian definitif.

Harga saham LINK hari ini ditutup di level Rp 4.200/saham atau naik 0,48%. Adapun saham IPTV melesat hampir 5% di level Rp 515/saham.

Mengacu laporan keuangan LINK per September 2019, saham LINK dipegang terbesar oleh Asia Link Dewa Pte Ltd sebesar 35,72% (1.017.766.198 saham), First Media 28,04% (798.969.286 saham), UBS AG LDN 6,50% (185.339.482 saham), dan publik 29,74% (847.572.018 saham).

Jika mengasumsikan harga rata-rata saham LINK saat ini di level Rp 4.191/saham, maka besaran nilai saham milik Asia Link mencapai Rp 4,27 triliun, sementara nilai saham First Media yakni Rp 3,35 triliun.

Bila benar seluruh saham First Media dan Asia Link dicaplok IPTV, maka porsi saham IPTV di LINK berpotensi mencapai 63,76% atau setara dengan 1.816.735.484 saham dengan nilai saham mencapai Rp 7,62 triliun.

Bukan kali pertama IPTV mencaplok rekan sejawat di layanan TV berbayar. Dalam keterangan resmi 28 Agustus silam, manajemen perusahaan juga menyampaikan telah mengakuisisi K-Vision dengan kepemilikan saham mencapai 60%.

K-Vision adalah operator TV-berbayar dengan fokus pada segmen pasar menengah ke bawah.

Meskipun merupakan perusahaan publik yang baru seumur jagung, IPTV merupakan pemain kawakan di industri media. Memulai bisnisnya sejak tahun 1988, dan hingga saat ini sudah memiliki tiga unit usaha, yaitu PT MNC Sky Vision Tbk (MNC Vision/MSKY), PT MNC Kabel Mediakom (MNC Play), dan PT MNC OTT Network (MNC Now).

Mayoritas saham IPTV sendiri, dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dengan total kepemilikan menapai 71,51%. 

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading