Resmi! Emiten Hary Tanoe Merger dengan Malacca Straits Rp 8 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 March 2021 11:06
Hary Tanoesoedibjo/dok MNC Foto: Hary Tanoesoedibjo/dok MNC

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak usaha dari PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), PT Asia Vision Network (AVN) resmi melakukan penggabungan usaha atau merger dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited (MLAC), perusahaan cek kosong atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang tercatat di Bursa Nasdaq AS dengan kode saham MLAC.

Kedua perusahaan telah sepakat menandatangani perjanjian mengenai rencana merger tersebut.

Dalam keterangan resmi IPTV, disebutkan dengan merger ini, diperkirakan nilai proforma perusahaan akan mencapai sebesar US$ 573 juta atau setara dengan Rp 8,02 triliun dengan asumsi kurs rata-rata Rp 14.000 per US$.

Adapun target merger diharapkan dapat terealisasi pada kuartal kedua atau ketiga di tahun ini.

"Nilai transaksi perusahaan gabungan sebesar US$ 573 juta setara 5,8 kali EBITDA [laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi], lebih menarik jika dibandingkan perusahaan sejenis di industri," tulis IPTV, dikutip Selasa (23/3/2021).

IPTV menyebutkan, saat ini, AVN sebagai induk usaha dari Vision+ menjalankan bisnis utama di bisnis media over the top (OTT) dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Dengan penetrasi media OTT saat ini yang baru mencapai 2%, AVN secara strategis ditempatkan pada siklus pertumbuhan di tahap awal. Hal ini juga ditopang oleh populasi penduduk Indonesia yang terbesar keempat di dunia dengan PDB lebih dari US$ 1 triliun dan populasi rata-rata berusia 31 tahun.

Saat ini, posisi pasar utama MNC Media mencapai 50% pangsa pemirsa nasional pada siaran Free-to-Air. termasuk 53,5% pada sabuk Prime-Time, lebih dari 8 juta pelanggan TV berbayar, lebih dari 73 juta pengguna aktif Portal Berita bulanan, dan 217 juta pelanggan / pengikut Media Sosial, menyediakan platform luar biasa untuk cross-selling dan memberikan penawaran unik dan menarik untuk AVN.

Setelah merger, AVN bekerjasama dengan Malacca Straits dengan maksud untuk mendaftarkan AVN di Bursa Nasdaq.

Dengan mencatatkan saham di Nasdaq, maka akan memberikan akses investor global ke OTT tercepat dan bisnis streaming di Indonesia, di mana investor akan menghargai profil pertumbuhan AVN.

"Kombinasi bisnis tersebut akan menghasilkan sekitar US$ 135 juta dari hasil bersih ke neraca AVN," kata Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Sebelum informasi resmi ini, kabar merger sudah berembus. Saat itu di awal bulan, perusahaan cek kosong atau SPAC Malacca Straits telah memulai diskusi dengan sejumlah investor untuk langkah merger ini, termasuk Tiga Investments, perusahaan investasi yang didirikan oleh George Raymond Zage.

Nama Ray Zage sebelumnya diberitakan oleh CNBC Indonesia masuk menjadi pemegang saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan menyerap penerbitan saham baru (rights issue) emiten Grup Lippo itu. Zage masuk bersama dengan perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Chow Tai Took Nominee Limited.

Adapun negosiasi merger AVN yang melibatkan Tiga Investments saat itu disebutkan akan mengumpulkan US$ 50 juta atau setara dengan Rp 700 miliar (asumsi US$ 1=Rp 14.000) atau lebih untuk penerbitan saham baru dalam mendukung transaksi itu.

Dana tersebut akan memberi perusahaan gabungan nilai perusahaan sekitar US$ 600 juta atau setara dengan Rp 8,4 triliun (kurs US$ 1=Rp 14.000).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Goks! Emiten Hary Tanoe Mau IPO di Nasdaq via Malacca Straits


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading